Logo Header Antaranews Kepri

Bupati Perintahkan Dinas Perdagangan Pantau Persediaan Beras

Selasa, 30 Mei 2017 20:59 WIB
Image Print
Kami dorong distributor memasok beras dari Pulau Jawa. Mudah-mudahan pelayaran kapal sembako tidak terkendala

Karimun (Antara Kepri) - Bupati Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Aunur Rafiq memerintahkan Dinas Perdagangan memantau persediaan beras yang mulai menipis di pasaran.

"Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Energi Sumber Daya Mineral kami perintahkan setiap tiga hari memantau persediaan beras di distributor, selain meminta distributor memastikan kelancaran distribusi beras dari Pulau Jawa," kata dia dalam rangkaian safari Ramadhan di Tanjung Balai Karimun, Senin.

Aunur Rafiq mengatakan, distribusi beras dari Pulau Jawa sepenuhnya mengandalkan transportasi kapal laut milik para distributor, serta ditopang dengan jalur distribusi menggunakan kapal penyeberangan atau roro dari Pelabuhan Parit Rempak, Meral menuju Buton, Siak, Riau.

Dia mengharapkan kondisi cuaca di laut tidak menghambat pelayaran kapal-kapal sembako yang memasok kebutuhan masyarakat menjelang Idul Fitri.

"Kami dorong distributor memasok beras dari Pulau Jawa. Mudah-mudahan pelayaran kapal sembako tidak terkendala," katanya.

Bupati mengatakan, telah menginstruksikan dinas terkait agar lebih intensif mengawasi persediaan, harga beras dan komoditas lain di tingkat pedagang.

Bupati mengaku tengah berfokus pada pasokan beras agar tidak terjadi kelangkaan di pasaran sehingga memicu kenaikan harga. Menurut dia, persediaan beras saat ini mencapai 1.000 ton yang hanya cukup memenuhi kebutuhan selama 10 hari.

Menurutnya, tingkat konsumsi beras selama Ramadhan tentu berbeda yang diperkirakan lebih tinggi dibandingkan hari biasa.

"Karena konsumsi bulan Ramadhan tidaklah sama seperti bulan-bulan lainnya. Tingginya permintaan beras bisa berpotensi munculnya spekulan-spekulan harga, inilah yang kita awasi," ujarnya.

Mengenai harga beras dalam negeri, dia mengatakan sebenarnya tidak jauh berbeda dengan beras impor yang banyak ditemukan di daerah yang berbatasan dengan Malaysia dan Singapura.

"Tidak jadi masalah kalau soal harga, kami tetap mendorong beras dalam negeri agar tetap tersedia di pasaran. Dan, saya pikir yang ada sekarang pun bisa walaupun agak tinggi, yang penting tersedia daripada harga murah, tapi tak tersedia," tuturnya.

Sebelumnya, Aunur Rafiq menggelar rapat koordinasi dengan Bulog dan sejumlah distributor untuk membahas persedaian sembako menjelang Ramadhan.

Dalam rapat tersebut, dia mengatakan kebutuhan beras selama satu bulan sekitar 2.900 ton, sementara beras yang tersedia berkisar 700 sampai 1.000 ton.

"Artinya saat ini kita kurang 2.000 ton beras, namun mudah-mudahan distribusi beras dalam bulan ini dari Jawa lancar," kata Anur Rafiq. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026