Legislator Minta Kepolisian Usut Pembunuh Satpam Masjid

id Legislator,Kepolisian,Usut,kotak,amal,pencuri,Pembunuhan,Satpam,Masjid,agung,karimun,dwi,ria,latifa

Peranan masyarakat untuk memberikan informasi sekecil apapun, sangat kami harapkan untuk membantu pengusutan kasus ini
Karimun (Antara Kepri) - Anggota Komisi III DPR RI, Dwi Ria Latifa meminta jajaran Kepolisian Resor Karimun mengusut kasus pembunuhan satpam Masjid Agung Karimun, Safari, yang diduga dilakukan oleh pencuri kotak amal.

"Kemarin saya berbincang serius dengan Kapolres. Alat bukti masih minim, tapi tahapan yang dilakukan sudah ada peningkatan. Saya mendorong dan meminta Kapolres agar memberikan atensi secara serius dalam kasus ini," kata dia dalam kunjungan kerja di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, Rabu.

Dwi Ria Latifa yang kelahiran Tanjung Balai Karimun mengaku prihatin dengan insiden pembunuhan dengan korban Safari, Satpam Masjid Agung Karimun.

Politikus PDI Perjuangan itu berharap pelaku pembunuhan Safari segera ditangkap karena sudah meresahkan dan mengancam keselamatan masyarakat.

"Modus yang dilakukan cukup nekad. Pelaku mencuri kotak amal, namun ketahuan sama satpam dan menikam satpam itu hingga tewas. Kalau hal ini terjadi lagi, bisa timbul korban lebih banyak. Tolong ditindaklanjuti dengan serius," kata legislator daerah pemilihan Kepri.

Dia juga meminta aparat keamanan meningkatkan pengamanan untuk mengantisipasi tindak kejahatan yang biasanya meningkat menjelang Lebaran.

"Biasanya, kejahatan muncul dengan sasaran rumah-rumah yang kosong ditinggal penghuninya yang mudik ke kampung halaman. Ini perlu kewaspadaan aparat dan perlu kerja sama dari masyarakat," katanya.

Ditemui terpisah, Kapolres Karimun AKBP Agus Fajaruddin mengatakan, bukti yang dimiliki masih minim untuk mengidentifikasi pelaku pembunuhan.

Suasana Masjid Agung yang sepi dan tidak adanya kamera pengawas atau CCTV, menurut dia, menyulitkan pihaknya untuk mengumpulkan bukti-bukti awal.

Satuan Reserse Kriminal sedang bekerja dan turun ke lapangan untuk menangkap tersangka, dengan mengawasi lokasi yang dimungkinkan menjadi tempat pelarian.

"Biarkan anggota bekerja, mereka sudah kami kerahkan ke lapangan dan mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya. Peranan masyarakat untuk memberikan informasi sekecil apapun, sangat kami harapkan untuk membantu pengusutan kasus ini," katanya.

Kasus pembunuhan Safari, satpam Masjid Agung terjadi pada Minggu (4/6) sekitar pukul 02.00 WIB dinihari.

Safari tewas akibat tikaman senjata tajam setelah berusaha mengejar seorang pria yang diduga mencongkel kotak amal di lantai dua masjid. (Antara)

Editor: YJ Naim
Pewarta :
Editor: Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar