Logo Header Antaranews Kepri

PDIP Jaring Cawako Tanjungpinang Secara Tertutup

Kamis, 13 Juli 2017 19:26 WIB
Image Print
Kami berharap melalui mekanisme di setiap internal partai akan menghasilkan keputusan mengusung dan mendukung calon yang sama, yang akan diusung oleh PDIP

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau melakukan penjaringan bakal calon wali kota dan calon wakil wali kota untuk Pilwako 2018 secara tertutup.

"Saat ini PDI Perjuangan sedang melaksanakan penjaringan tertutup calon wali kota dan calon wakil wali kota," kata Wakil Ketua DPC PDIP Tanjungpinang M Syahrial di Tanjungpinang, Kamis.

M Syahrial di Tanjungpinang, mengatakan, mekanisme penjaringan tertutup sesuai dengan Peraturan Partai PDIP nomor 04 tahun 2015 Tentang Penjaringan, Penyaringan dan Penetapan Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.

Ia mengatakan, penjaringan dimulai dari tingkat pengurus ranting, PAC, DPC hingga rapat internal. Hasil penjaringan di tingkat DPC PDI Perjuangan Kota Tanjungpinang akan disampaikan ke DPP melalui DPD PDI Perjuangan Provinsi Kepri.

"Insya Allah akhir Juli ini hasil penjaringan sudah selesai dilaksanakan," ujarnya.

PDI Perjuangan hingga saat ini masih unggul di DPRD Kota Tanjungpinang. Jumlah perwakilan rakyat dari PDIP di kota itu cukup untuk mengusulkan calon wali kota.

Meskipun demikian, PDIP masih membangun komunikasi politik dengan beberapa partai yang masih terus mencari koalisi untuk maju pada Pilkada Tanjungpinang 2018. Pada kenyataannya, PDIP masih mengedepankan kader partai yang masih memimpin saat ini, yakni Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah.

M Syahrial mengatakan, sejauh ini PDIP aktif berkomunikasi dengan sejumlah partai lainnya. Ia mengharapkan kepada partai yang tengah membuka peluang untuk berkoalisi dapat bersama-sama mengusung calon yang PDIP usung.

"Kami berharap melalui mekanisme di setiap internal partai akan menghasilkan keputusan mengusung dan mendukung calon yang sama, yang akan diusung oleh PDIP," katanya.

Mengenai dua mantan kader PDIP, Andi Cory Fatahudin dan Basyarudin Idris maju dan melamar ke DPC Hanura Tanjungpinang, Syahrial tidak ikut menyikapi. Sikap tersebut diambil olehnya karena keduanya tidak lagi menjadi pengurus dan kader PDI Perjuangan.

"Yang jelas internal PDI Perjuangan, dari Pengurus DPD, DPC, PAC, Ranting dan Anak Ranting serta seluruh kader dan simpatisan, tetap solid dan kompak, dalam menghadapi Pilwako tahun 2018 yang akan datang," ujarnya.

Pengamat politik Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik (Stisipol) Raja Haji Fisabillah Tanjungpinang, Hendri Sanopaka dalam analisinya, keunggulan PDIP dalam setiap Pilkada terletak pada basis masa kader yang loyalis. Rata-rata mereka yang loyal adalah memfaforitkan kepada Pahlawan Nasional Ir. Soekarno.

"Yang masih melihat sosok Soekarno ada dalam spirit PDIP, kita tahu bahwa fans fanatik Soekarno itu signifikan, mungkin sekitar 15 sampai dengan 20 persen untuk di Tanjungpinang. Dan saya amati hampir berbanding lurus antara perolehan suara saat Pileg dengan Pilwako," ujarnya.

Ia mengamati, kekalahan PDIP pada Pilkada Cawagub Kepri 2015 lalu, menjadikan kader PDIP pesimis, namun ketika bicara soal dukungan PDIP masih dibentengi para kader yang loyalis.

"Meskipun hari ini banyak yang pesimis pasca kekalahan pasangan Cagub nya pada Pilkada 2015 lalu, tapi suara minimal yang diperoleh oleh pasangan Cagub PDIP pasti berasal dari loyalis," ujarnya. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026