Polres Tanjungpinang Tangkap Pria Penghina Presiden

id Polres Tanjungpinang, menangkap MK, menghina, Presiden Joko Widodo, Facebook

MK, pria yang diduga menghina Presiden Jokowi dan sejumlah pejabat negara saat diperiksa penyidik (Aji Anugraha)

Berawal dari kekesalannya, MK memposting berita-berita yang berisi penghinaan dan pencemaran nama baik kepada Presiden RI, wali kota, dan politisi di kota ini
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Anggota Satuan Reserse Kriminal Polres Tanjungpinang, Kepulauan Riau menangkap MK, seorang pria yang diduga menghina Presiden Joko Widodo di akun Facebook miliknya.
    
Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardianto Tedjo Baskoro, di Tanjungpinang, Jumat, mengatakan, MK ditangkap di Sungai Lekop, Jalan Korindo, Kabupaten Bintan, Kepri sekira pukul 14.00 WIB.
    
"Yang bersangkutan sudah ditangkap, dan diperiksa" katanya.
    
Pria yang mengaku berprofesi sebagai wartawan itu mengunggah foto Presiden RI Joko Widodo, Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden RI ke-5 Megawati Soekarno Putri, Menkopolhukam Wiranto dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh di akun media sosial facebook miliknya.
    
Di akun Facebook itu pula MK turut menuliskan kalimat yang diduga menghina pejabat negara dan tokoh masyarakat di Kota Tanjungpinang. MK menulis kalimat yang menghina Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah, Ketua DPC Nasdem Tanjungpinang Bobby Jayanto dan Anggota Fraksi Hati Nurani Rakyat DPRD Kepri, Rudi Chua.
    
Saat diinterogasi penyidik, MK mengakui telah mengunduh berita melalui media sosial Facebook miliknya, yang berisi kalimat yang menghina dan pejabat negara dan tokoh masyarakat di kota itu.
    
MK beralasan mengunggah berita tersebut karena menurutnya, pertanyaannya tentang dasar hukum suatu kelompok tertentu masuk dalam pemerintahan NKRI,  namun tidak dijawab pengguna media sossial lainnya, sehingga dia merasa kesal.
    
"Berawal dari kekesalannya, MK memposting berita-berita yang berisi penghinaan dan pencemaran nama baik kepada Presiden RI, wali kota, dan politisi di kota ini," ujar Kapolres Ardianto.
    
Saat diperiksa penyidik, MK juga mengaku sebagai salah satu wartawan bernama Media Rakyat. Polisi turut mengamankan sejumlah identitas milik pelaku.
    
"Kalau tidak ada tepuk tidak ada tampar," kata MK tanpa menjelaskan maksud dari kalimat yang disampaikannya kepada wartawan.
    
Sementara Kasatreskrim Polres Tanjungpinang, AKP Andri Kurniawan mengatakan yang bersangkutan saat ini masih dalam pengawasan Polres Tanjungpinang.
    
"Saat ini yang bersangkutan masih kami amankan, dikarenakan selama 1x24 jam yang masih dalam pantauan kami," katanya.(Antara)

Editor: Niko
Pewarta :
Editor: Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar