ITPC Milan Gunakan Trem Promosikan Produk Indonesia

id ITPC,Milan,Trem,Promosi,italia,Produk,Indonesia

Batam (Antara Kepri) - Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Milan, Italia, di badan trem 16, menggunakan teknologi digital "augmented reality" untuk mempromosikan berbagai produk dalam negeri ke pasar Eropa.

Melalui penerapan teknologi ini, pebisnis hanya perlu mengunduh aplikasi Europe in Your Hand  (EIYH), memindai produk yang terdapat pada interior desain trem untuk mendapatkan informasi menyeluruh mengenai produk Indonesia, kata Kepala ITPC Milan Agung Pramudya FR dalam rilis yang diterima di Batam, Kepulauan Riau, Kamis, mengenai peluncuran media promosi tersebut di Piazza Castello Milano, 8 September 2017.

Di Eropa, aplikasi teknologi "augmented reality" sedang menjadi tren, dan dapat diunduh di Google Play Store dan Apple Store.

Agung Pramudya mengatakan bahwa penerapan teknologi dapat menjembatani pelaku bisnis di Italia dan Indonesia atau juga sebaliknya.

Saat ini, ITPC Milan  menghimpun sebanyak-banyaknya informasi mengenai perusahaan dan produk Indonesia untuk dimasukkan ke data dasar. "Kepada perusahaan Indonesia yang ingin profil dan produknya masuk ke sistem ini, dapat menghubungi kantor kami," tutur dia.

Dengan aplikasi AR, ITPC Milan juga mempromosikan Trade Expo Indonesia (TEI)  ke- 32. Melalui teknologi tersebut, pengguna dapat langsung terhubung dengan video promosi TEI berbahasa Inggris.

TEI 2017 dijadwalkan dilaksanakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Banten, 11 hingga 15 Oktober 2017.

Ia menambahkan, agar keberadaan aplikasi ini dapat diketahui oleh pelaku bisnis di Italia, maka ITPC Milan memasang promosi secara khusus pada beberapa trem yaitu jalur 27 dan 16 di Milan, yang melintas di jalur strategis lokasi bersejarah seperti Duomo, Kawasan Bisnis Via Torino, Kantor Kamar Dagang Milan di Via Meravigli, Palazzo di Giustizia, Largo Augusto, Corso Porta Vittoria, Stasiun Kereta Porta Vittoria dan Corso Magenta yang masyhur karena d isana terletak Gereja Santa Maria Della Grazie yang menjadi tuan rumah lukisan mural karya Leonardo da Vinci, "The Last Supper" dan berakhir di Stadion San Siro.

Peresmian promosi dipimpin oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Indonesia untuk Italia, Cyprus, Malta, San Marino dan organisasi PBB, Esti Andayani dengan dihadiri oleh kepala ITPC Milan, Direktur Kamar Dagang Italia untuk Asia Tenggara Roberto Zobbi, Fungsi Ekonomi Aries Asriadi, Atase Perdagangan Sumber Sinabutar, serta perwakilan masyarakat diaspora Indonesia yang bermukim di Italia dan diisi dengan tarian bali oleh seniman Italia Enrico Masseroli.

Kepada pers, Dubes mengatakan, "Saya optimistis perdagangan Italia dan Indonesia akan naik sekitar 15-25 persen, karena pada periode Januari-Juni 2017 saja naik 21,6 persen sehingga diharapkan pada semester selanjutnya akan semakin membaik," ujarnya.

Dubes menambahkan, tren positif ini berkaitan langsung dengan promosi oleh ITPC Milan dan KBRI Roma melalui pemasangan poster di stasiun, dan di dalam trem, mengikuti pameran, menyelenggarakan seminar dan lain sebagainya.

"Tahun ini, promosi media luar ruang juga kami lakukan di tiga kota yaitu Milan, Roma dan Napoli, dengan membawa tema sesuai fokus kerja kita yaitu produk 3-F,  food, fashion dan furniture, serta promosi di bidang pariwisata terutama komodo dengan tema 'I Draghi non vivono soltanto nelle favole' (Para naga tidak hanya hidup dalam dunia dongeng)," tambahnya.

Sementara itu, Kepala ITPC Milan Agung Pramudya mengatakan, masyarakat Italia sudah mulai familiar dan mulai aktif menggali informasi mengenai potensi dan peluang bisnis di Indonesia. Oleh karena itu, Indonesia perlu merangkul minat mereka dengan menyediakan informasi terkini melalui berbagai media, termasuk teknologi virtual ini.

Mengenai desain promosi dalam badan trem, ia memaparkan, konsep kali ini ditekankan pada produk kelapa sawit berkelanjutan untuk biodiesel sebagai sumber energi yang ramah lingkungan pada masa depan (La sostenibilità per il tuo futuro), produk etnik asal Indonesia yaitu ukiran Jepara dan batik tulis.

Konsep iklan adalah perpaduan antara budaya dan gaya yang direalisasikan melalui frasa 'Quando la cultura incontra lo stile' (Ketika budaya bertemu dengan gaya).

Promosi melalui trem 27 yang dimulai tahun lalu dan keikutsertaan beberapa pameran produk Indonesia di Italia, menurut Kepala ITPC Milan, telah memberikan hasil nyata, antara lain, berupa keberhasilan perusahaan Indonesia HADE Corporation Indonesia yang menerima pesanan CPO ke Italia sebesar 6.000MT/2 bulan, serta permintaan ekspor limbah kelapa sawit (POME/palm oil mills effluent) ke Spanyol sebanyak 2.000 MT/bulan dengan kontrak minimal satu tahun.

Kedua produk tersebut digunakan sebagai biodiesel dari bahan bakar nabati (BBN) minyak sawit.

Chief Commercial Officer HADE Corporation Indonesia Agie Priakbar mengatakan, order ini didapat dari keikutsertaannya dalam pameran bersama ITPC.

Media promosi di trem 16 yang baru diluncurkan, merupakan karya desainer grafis asal Italia, Elisa Crippa, sementara mengenai konten promosi batik, ITPC Milan didukung oleh desainer asal Indonesia Monthi Rosselini.

Monthi berpendapat bahwa batik telah berkembang dengan pesat di dunia fasyen. Ia ingin mendorong agar batik semakin dikenal secara global sebagai hasil budaya asli Indonesia.

Salah satu upaya Monthi sebagai desainer dalam memperkenalkan Batik Indonesia adalah melalui "workshop" cara membatik dengan menggunakan canting yang membutuhkan ketelitian dan jiwa seni, dilaksanakan di kantor ITPC, pada bulan Juni 2017.

Lokakarya itu dihadiri oleh CEO dan designer dari perusahaan kertas Italia Calambour, Silvia Mangano, dan mahasiswi-mahasiswi dari beberapa universitas di Milan.

Sementara itu, Atase Perdagangan di KBRI Roma, Sumber Sinabutar dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa peran promosi yang dilakukan perwakilan secara terus menerus termasuk melalui badan trem telah memberikan peran yang sangat signifikan terhadap pengenalan dan peningkatan ekspor produk Indonesia ke Italia.

Ia menambahkan, pada  Juni 2017, PT Great Giant Food  berhasil memasukkan nanas segar asal Lampung ke pasar Italia sebanyak 18 ton dengan importir Italia bernama SAMA SpA.

"SAMA SpA sangat puas dengan hasil perdana, dan akan melanjutkan impor dengan jumlah besar pada tahun ini," ujarnya.

Di samping nanas segar, produk nanas kaleng Indonesia telah lebih dahulu memasuki pasar Italia. Nanas kaleng ini dapat dibeli di super market Carrefour.

Produk lain yang juga  mendapatkan perhatian importir Italia adalah produk ikan tuna.  Pada  Indonesian Business Night yang diselenggarakan ITPC Milan bulan Juni silam,  ISJ Internasional Srl menyampaikan minatnya untuk mengimpor ikan tuna dari Indonesia, tuturnya.

Kelapa sawit

Kepala ITPC Milan mengatakan, saat ini produk unggulan asal Indonesia yang paling diminati oleh para importir Italia adalah kelapa sawit serta turunannya.

Berdasarkan data per Desember 2016, Italia mengimpor kelapa sawit serta turunannya dari Indonesia dengan nilai sebesar USD 642,03 juta atau sekitar 34,97 persen dari total nilai ekspor Indonesia ke Italia yang sebesar USD 1835,91 juta.

Produk lainnya dari Indonesia yang diminati importir Italia adalah alas kaki (nilai impor sebesar USD 88,21 juta), batu bara (nilai impor sebesar USD 79,79 juta), kopi (nilai impor sebesar USD 70,83 juta), serta karet (nilai impor sebesar USD 41,60 juta).

Agung mengatakan, hubungan bisnis antara Indonesia dan Italia kerap tersendat karena, antara lain, produk Indonesia tidak seluruhnya memenuhi standar Uni Eropa.

Sebagai contoh, pada proses pencarian "seller" CPO asal Indonesia oleh VEOS Spa,  importir mengharuskan CPO asal Indonesia bersertifikasi International Sustainability and Carbon Certification (ISCC). Sementara ini, standar tersebut  belum diterapkan di seluruh produk CPO asal Indonesia.

Kendala kedua adalah konsistensi standar kualitas produk yang diekspor ke Italia masih belum maksimal. Sebagai contoh, salah satu importir kopi yaitu  Illy Coffe merasa kualitas biji kopi pascapanen yang dikirimkan dari Indonesia masih belum sesuai dengan standar kualitas yang dipersyaratkan, dan kendala ketiga adalah ketidaktetapan keberlangsungan pemasokan komoditas yang sudah disepakati antara eksportir dan importir.

Agung mengimbau pengusaha di Indonesia agar  memenuhi standar kualitas serta keberlangsungan hasil produk sehingga Indonesia dapat dipercaya oleh pebisnis internasional.

Ia mengemukakan, Milan  sangat penting sebagai kota pusat perdagangan dan ekonom. Setidaknya ada 300.000 bisnis beroperasi di kota ini dan dengan dengan jumlah populasi di dalam kota mencapai 1,3 juta jiwa, dan 4,3 juta jiwa di sekelilingnya, menjadikannya sebagai salah satu kota terkaya di Italia bahkan nomor empat terkaya di Uni Eropa. Produk domestik brutonya 312 milliar USD. Hampir sepertiga  darijumlah penduduk setempat, bekerja di bidang manufaktur, dan sebagian lain di bidang pertanian. (Antara)

Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar