Selasa, 24 Oktober 2017

Bupati Pastikan Percepatan Pembangunan Natuna Selatan Berjalan Baik

id Natuna, Kunker Perdana Hamid Rizal Di Serasan, Perbatasan, Provinsi Natuna, Serasan, Natuna Selatan
Natuna ( Antara Kepri ) - Bupati Natuna Hamid Rizal memastikan percepatan pembangunan di Natuna bagian selatan, berjalan dengan baik.

"Dengan adanya percepatan pembangunan Natuna yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi, Serasan sangat merasakan dampak nyata," kata dia.

Percepatan pembangunan di Natuna, jelas Hamid Rizal, antara lain, pertama  beroperasinya Pelabuhan Pelni pada 1 Syawal lalu dan karena itu kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati, cuma masih terkendala pada infrastruktur penunjang pelabuhan lainnnya, seperti bak penampungan air untuk kebutuhan Kapal, tangga pelabuhan untuk naik turun penumpang.

Kedua, bertambahnya infrastruktur jaringan telekomunikasi seperti tower 4G yang telah selesai dibangun dan rencanya pada tanggal 20 Oktober akan diresmikan, untuk itu sedia kiranya bapak bupati dapat hadir kembali dalam acara peresmian itu nanti.

Ketiga, kondisi Serasan saat ini kondusif karena adanya komunikasi yang intens antara unsur pimpinan Kecamatan, mengenai berbagai isu miring tentang Serasan itu tidak benar " ungkap Edi dan disertai tepuk tangan oleh warga.

Kunjungan Kerja Bupati Natuna bagian selatan, yakni di Kecamatan Serasan, Serasan Timur dan Kecamatan Subi dilakukan sejak tanggal 30 September s/d 1 oktober 2017.

Agenda kunjungan di antaranya adalah, temu ramah dan dialog bersama masyarakat, penyerahan bantuan alat keselamatan di laut, peninjauan proyek pembangunan infrastruktur oleh pemerintah, mengikuti acara peringatan 1 syuro.

Kedatangan Bupati Natuna di Kecamatan Serasan disambut antusias warga Serasan, Serasan Timur dengan meriah.

Selain tepung tawar, tabur beras kuning, Hamid Rizal juga disambut dengan atraksi silat warga setempat serta ribuan warga di sepanjang jalan turut pula anak-anak sekolah SMA, SMP, SD yang menyambut di dua titik berbeda.

Penyambutan pertama dilakukan di pelabuhan perintis Desa Tanjung Setelung dan di lokasi keduan tepat di depan gedung Sekolah SMP 1 Serasan Kampung Pelimpak hingga kediaman Camat Serasan.

Usai melaksanakan istirahat di rumah dinas Camat Serasan, Bupati melanjutkan pertemuan dengan masyarakat Kecamatan Serasan dan Serasan Timur di Balai Pertemuan Masyarakat Kecamatan Serasan (BPMKS) di Kampung Pelimpak Kecamatan Serasan.

Pertemuan dihadiri seluruh unsur pimpinan kecamatan, anggota DPRD Fraksi PAN Yohanes, Danramil, Danposal, Kapolsek, kepala desa, staf desa, BPD, RT, RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, OKP, PKK, kepala sekolah, para guru, dan lLembaga lainnya di lingkungan Serasan dan Serasan Timur.

Sebelum Bupati Hamid Rizal menyampaikan sambutanya, Edi Priyoto, Camat Serasan mewakili dua kecamatan Sekaligus yaitu Kecamatan Serasan dan Serasan Timur menyampaikan laporan perkembangan, permasalahan dan sosial masyarakat yang terjadi di pulau tersebut sejak kepemimpinan Hamid Rizal.

Gedung berkapasitas 1.000 orang tersebut dipadati warga dari berbagai kalangan, banyaknya minat warga menghadiri pertemuan dikarenakan ini merupakan kunjungan perdana Bupati Natuna, Hamid Rizal di Pulau Terluar tersebut.

"Saya sangat senang, salut bercampur bangga dengan kunjungan kali ini, karena di samping kunjungan pertama di Serasan, kunjungan kerja kali ini adalah kunjungan kerja perdana saya menggunkaan kapal baru, dan Serasan adalah tujuan pertama saya, kedatangan saya disambut hangat, terlihat raut wajah warga serasan berseri-seri, saya salut lah, untuk itu saya ucapkan terima kasih," ucapnya mengawali sambuntan di hadapan ratusan warga Serasan dan Serasan Timur yang berada di dalam gedung BPMKS tersebut.

Dalam penyampaiannya, Bupati Natuna Hamid Rizal ngungkapkan beberapa hal diantaranya mengenai alasan kenapa sejak dilantik baru kali ini menyempatkan diri berkunjung di Serasan, kemudian alasan pengadaan kapal cepat oleh Pemda, program percepatan pembangunan dan latar belakang beroperasinya pelabuhan Pelni (Bukit Raya).

"Mengenai apa yang disampaikan Camat tadi, memang kita merasa bersyukur kapal Pelni akhirnya bisa merapat walaupun belum di resmikan, itu perintah presiden langsung karena saya minta kepada presiden demi untuk kepentingan masyarakat yang sangat mendesak demi keselamatan warga.

"Coba kita lihat di Midai sampai hari ini miris melihat penumpang harus lompat-lompat naik kapal, namun itu jadi target kita tahun depan agar bisa seperti Serasan juga.

Satu tahun lebih saya menjabat baru kali ini saya melakukan kunjungan kerja di Serasan, saya tidak cukup badan, karena pascakunjungan presiden yang pertama selalu diundang ke luar daerah bahkan sesama kami di tingkat kabupaten jugabjarang bertemu, masing-masing tidak berada di tempat," tuturnya.

Mengenai Percepatan pembangunan Natuna, menurut Hamid, presiden minta cepat karena itu dia (Hamid ) tidak mau para kepala dinas dan pejabat lain di bawahnya yang berkinerja lamban.

"Saya tak mau lambat-lambat, yang lambat tinggal, saya tidak mau masuk kantor hanya ngambil gaji saja karja tak tau, saya akan angkat untuk duduki jabatan orang yang mampu dan cepat," ucapnya.

Mengenai porsi pembangunan dari 15 kecamatan yang ada Hamid Rizal mengatakan tidak ada ketimpangan, pembangunan merata sesuai kebutuhan daerah itu sendiri.

"Percepatan pembangunan merata tidak ada beda setiap kecamatan, semua sesuai anggaran yang ada berdasarkan prioritas," kata Hamid.

Kabar gembira juga disampaikan Hamid Rizal mengenai adanya minat Aburizal Bakrie (ARB) untuk mengunjungi Pantai Sisi dan adanya keinginan ARB untuk berinvestasi bidang pariwisata di Serasan.

"Pascapertemuan saya dengan Bapak Aburizal Bakrie karena ada keinginan beliau mau berinvestasi di Natuna bidang pariwisata dan saya sodorkan pantai sisi, beliau tertarik dan rencana oktober ini beliau berkunjung ke sini," ucap Hamid.

Karena itu menurut Hamid, potensi yang ada di Serasan harus dikembangkan terutama wisata bahari dan bidang komunikasi seperti jaringan internet menjadi prioritas, sangat dibutuhkan agar komunikasi lancar.

Bidang pariwisata Hamid mengimbau pada warga baik Serasan, Serasan Timur dan Subi agar menyiapkan suberdaya manusianya melalui pendidikan bidang pariwisata karena saat ini pemerintah telah bekerjasama dengan salah satu sekolah tinggi di Batam dalam bidang kepariwisataan.

"Semua biaya kita tanggung, dengan syarat lulus seleksi dulu, akan kita sekolahkan semua biaya ditanggung pemda, agar kita semakin maju," ungkap Hamid.

Selanjutnya Hamid Rizal, menjelaskan perihal pengadaan kapal dinas pemda penting baginya untuk berkunjung ke daerah-daerah pulau perbatasan.

"Kapal baru kita saat ini penting bagi saya untuk melakukan kunjungan, daerah seperti kita Natuna ini sudah layak ada helikopter tetapi saya tidak mau, itu pemborosan. Sering orang bilang feri, itu bukan ferri tetapi kapal dinas pemda bisa juga digunakan oleh masyarakat, lagi pula kita tidak bisa lagi menggunakan kapal dari fiber itu sudah ketentuan undang-undang.

Kementerian, kata dia, telah mengeluarkan aturan untuk pelayaran lebih dari 1 jam di laut terbuka tidak dibenarkan menggunkan kapal terbuat dari fiber.

Ia berjanji akan terus membangun Serasan dan mengajak semua lapisan masyarakat serasan membangun Natuna bersama-sama.

"Selain itu dalam kunjungan kerja saya kali ini untuk melihat secara langsung apa yang sudah dibangun dan belum dibangun serta apa yang harus dibangun," tegasnya.

Dalam diskusi dan tanya jawab pada pertemuan dengan warga terungkap beberapa hal yang masih perlu perhatian serius pemerintah baik di Kecamatan Serasan, Serasan Timur dan Subi.

Pertama, mengenai listrik beberapa desa yang belum dialiri listrik di antaranya Desa Payak Kecamatan Serasan Timur, Desa Jermalik Kecamatan Serasan dan Desa Batu Berian Kecamatan Serasan.

Kedua, munculnya permintaan masyarakat melaui Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Kecamatan Serasan agar pemerintah di tingkat kelurahan tidak ditinggalkan.

Mohadi ketua LPMK Kelurahan Serasan menyampaikan agar kelurahan juga mendapatkan kucuran dana seperti desa. Ia menilai tidak ada bedanya kondisi Kelurahan denga Desa di Pulau Serasan tersebut, bahkan menurutnya dibandingkan desa yang ada justru kelurahanlah menjadi lumbung orang miskin, pembangunan infrastruktur yang butuh banyak perhatian.

Ketiga, adanya desakan masyarakat atas pelabuhan lintas batas demi mendukung sektor pariwisata antara Malaysia timur dengan Natuna dan Serasan, khususnya.

Keempat, adanya tumpang tindih kepentingan dalam pembangunan jalan poros yang menghubungkan Desa Pangkalan dengan Desa Jermalik.

"Kami bingung atas status jalan yang mana mau kita usulkan, jalan ada dua dengan tujuan yang sama, satu jalan BNPP dan Satu lagi APBD yang mana satu yang harus kita pakai untuk usulan," kata Madi Kepala Desa Jermalik.

Menanggapi itu semua, Bupati Natuna Hamid Rizal menjelaskan, pertama mengenai listrik sudah menjadi proritas Jokowi agar semua desa sudah harus dialiri listrik.

Sedangkan mengenai alokasi dana untuk Kelurahan tidak ada regulasinya kata Hamid, namun beliau berusaha mendesak pihak terkait ditingkat kementerian untuk mengkaji ulang hal tersebut.

Sedangkan mengenai pelabuhan lintas batas ia telah berupaya membuka jalur perdagangan tradisional sejak zaman dahulu itu kembali berjalan melalui kementetian terkait.

"Saya sudah minta kepada kementerian perdagangan, Beputi bidang perdagangan dan luar negeri mengenai hal tersebut untuk ditindaklanjuti usulan yang telah lama kita usulkan sejak pertama saya jadi bupati," ucapnya.

Terkait persoalaan usulan Desa Jermalik mengenai jalan poros ke desa mereka tidak dijawab Hamid Rizal melaikan Kepala Dinas PU, Tasrif.

"Akan kita tinjau dan ukur lagi pak, kita akan ajak pak kades turun langsung hari ini juga, karena usulan itu telah masuk dan akan direalisasikan tahun depan," kata Tasrif.

Usai dialog bersama masyarakat, Hamid Rizal meninjau pembangunan Rumah Sakit Perbatasan di Desa Air Ringau Kecamatan Serasan Timur, Peninjauan Kantor Camat Serasan Timur sekaligus bincang bersama Sekretaris Daerah Wan Siswandi, Camat Serasan Edi Priyoto, Camat Serasan Timur Khaidir, dan para kepala dinas lainnya sambil menikmati pemandangan yang menghadap langsung dengan Malaysia timur.

Kantor Camat Serasan Timur terletak di atas bukit dan menyajikan pemandangan pemukiman, pelabuhan, laut luas dan terlihat gugusan gunung pada daratan Malaysia bagian timur.

Selanjutnya beliau meninjau pembangunan pelabuhan nelayan di Desa Arung Ayam yang belum juga kunjung selesai dibangun.

Hal serupa juga dilakukan di Kecamatan Subi, ada beberapa hal yang disampaikan masyarakat diantaranya, pemekaran Kecamatan Pulau Panjang, pengangkatan kapal tenggelam di Subi dan Kecamatan Subi Perlunya ada sebuah bank.

Semua hal tersebut akan ditindaklanjuti oleh Bupati Natuna, tetapi yang menarik dari pertemuan baik di Serasan dan Subi, Bupati Natuna, Hamid Rizal selain mengenalkan kepada masyarakat kapal cepat yang baru dimiliki Pemkab, Ia juga meyakinkan masyarakat agar terus ikut mendoakan atas perjuangan beliau untuk menjadikan Natuna sebagai provinsi.

"Satu lagi niat saya yang belum tercapai yaitu jadikan Kabupaten Natuna berubah menjadi provinsi," kata Hamid Rizal dan selalu disambut tepuk tangan semua yang hadir. (Antara)

Editor: Rusdianto



COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga