
Wakil Wali Kota: Tanjungpinang Perlu Perubahan

Ada kesamaan dan perbedaan prinsip politik khususnya terkait komitmen politik yang telah dibangun selama lima tahun
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Wakil Wali Kota Tanjungpinang Syahrul menyatakan ibu kota Kepulauan Riau perlu perubahan dan pembaharuan.
"Sudah cukup lama masyarakat menunggu sikap saya. Karena itu, saya mendeklarasikan diri sebagai calon wali kota beberapa hari lalu atas keinginan masyarakat," kata Syahrul di Tanjungpinang, Minggu.
Syahrul membantah hubungannya dengan Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah kurang harmonis. Ia malah menegaskan hubungan dengan Lis tetap berjalan dengan baik sampai sekarang.
Bahkan Syahrul mengaku sudah minta izin kepada wali kota terkait acara deklarasi tersebut.
"Kami memiliki komitmen untuk menyelesaikan tugas di pemerintahan hingga berakhirnya masa tugas kami," ujarnya.
Sikap politik Lis yang didukung PDIP pada Pilkada Tanjungpinang tahun 2018 juga mulai tampak. PDIP yang mencukupi persyaratan untuk mengusung Lis, kadernya, tanpa berkoalisi, tidak memungkinkan lagi untuk berpasangan dengan Syahrul.
Hal itu disebabkan tiga calon Wakil Wali Kota Tanjungpinang yang bakal diusung PDIP, yakni Maya Suryanti, Syahrial dan Adnan. Maya digadang-gadang akan mendampingi Lis.
Syahrul dan Lis memiliki pendapat yang sama bahwa mereka mencalonkan diri, namun dengan sikap politik yang berbeda. Namun hal itu bukan disebabkan hubungan yang tidak harmonis.
Mereka minta kepada wartawan untuk menyiarkan berita yang menyejukkan masyarakat agar Tanjungpinang senantiasa kondusif.
"Tujuan saya mencalonkan diri adalah itu, karena tujuan saya berpolitik adalah untuk lebih berbuat dan membantu masyarakat. Karena sesungguhnya inti dari berpolitik yang saya yakini adalah berbuat untuk masyarakat, bukan karena haus kekuasaan dan jabatan," kata Syahrul.
Ia menginginkan memajukan pendidikan, kesehatan dan perekonomian di Tanjungpinang jika terpilih menjadi orang nomor satu di Tanjungpinang.
Meski pecah kongsi pada Pilkada Tanjungpinang 2018, Syahrul dan Lis sepakat untuk menyelesaikan tugas di pemerintahan dengan baik. Namun dalam surat deklarasi untuk rakyat, Syahrul tidak menafikan selama memimpin pemerintahan, tidak selamanya seiring sejalan.
"Ada kesamaan dan perbedaan prinsip politik khususnya terkait komitmen politik yang telah dibangun selama lima tahun," ujarnya dalam surat deklarasi untuk rakyat.
Dalam surat itu pula terdapat sejumlah kalimat yang terkesan menyinggung seseorang. Namun Syahrul tidak merespons ketika sejumlah jurnalis mempertanyakan kritik yang disampaikannya itu untuk siapa.
"Negeri ini bukanlah negeri sinetron, apalagi negeri khayangan, negeri ini juga bukanlah negeri drama, bukan pula negeri yang penuh sandiwara. Rakyat dan pemimpin harus terbuka bukan lagi mencari orang yang mengejar citra, tetapi harus bekerja," kata Syahrul saat membaca surat deklarasi untuk rakyat dua hari lalu.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta : Niko Panama
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
