Selasa, 24 Oktober 2017

Gubernur Kepri Minta Mubaligh Bentengi Generasi Muda

id gubernur,kepri,minta,mubaligh,bentengi,generasi,muda
Gubernur Kepri Minta Mubaligh Bentengi Generasi Muda
Gubernur Kepri Nurdin Basirun foto bersama setelah pengukuhan Persatuan Mubaligh Batam dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) periode 2017-2020 di Batam, Minggu. (Foto: Larno)
Ekonomi Batam yang sempat merosot di bawah 2 persen harus dibenahi menjadi 6 sampai 7 persen, salah satunya melalui pembangunan infrastruktur
Batam (Antara Kepri) - Gubernur Kepri Nurdin Basirun meminta mubaligh berfokus membentengi masyarakat khususnya generasi muda dengan pemahaman agama yang benar sehingga tidak menganut paham radikal.
        
"Radikalisme harus dihindari sebab bisa memecah belah bangsa harus dihindari. Mubaligh memiliki peran memberikan pemahaman agama dan memperkenalkan Al Quran sejak dini," kata Nurdin di Batam, Minggu, saat mengukuhkan Pengurus Persatuan Mubaligh Batam dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) periode 2017-2020 di Batam, Minggu.
         
Pengurus PMB Batam diketuai Maryono, sedangkan Ketua Umum LPTQ Batam adalah Amsakar Achmad yang juga Wakil Wali kota Batam.
        
Hadir dalam kegiatan ini anggota DPR Nyat Kadir, anggota DPD Hardi Hood, Wali Kota Batam Muhammad Rudi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batam Erizal Abdullah, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Batam Usman Ahmad, dan para pendiri PMB, seperti Didi Suryadi, Chablullah Wibisono, dan Efendi Asmawi.
        
Nudrin juga mengajak para mubaligh bekerja dengan ikhlas dan sabar, serta tak mudah terpancing dengan persoalan-persoalan sosial daerah globalisasi dan maraknya media sosial.
        
"Mubaligh tidak boleh mudah terpengaruh. Justru memberikan pemahaman agar masyarakat merasa tenang," kata dia.
        
Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan, syiar agama tak terlepas dari permasalahan ekonomi sehingga pembenahan guna mengembalikan pertumbuhan ekonomi Batam harus diutamakan.
        
"Ekonomi Batam yang sempat merosot di bawah 2 persen harus dibenahi menjadi 6 sampai 7 persen, salah satunya melalui pembangunan infrastruktur," kata dia.
        
Rudi juga menjelaskan bahwa pihaknya sudah memperbaiki aturan terkait pemberian insentif pada mubaligh melalui pembayaran nontunai dengan ditransfer langsung ke rekening masing-masing anggota.
        
"Mulai 1 September kemarin, pemberian insentif sudah nontunai. Tolong ini diperhatikan agar dari sisi hukum tidak ada masalah," kata Rudi.
        
Sementara Kepala Kantor Kemenag Batam, Erizal Abdullah mengajak para mubaligh untuk menjaga Batam sebagai kota yang sejuk dan menjadi rahmat bagi semua.
        
"Karena mubaligh bisa menjadi motivator, tapi juga bisa menjadi provokator," kata dia.
        
Acara pengukuhan dirangkai dengan Rapat Kerja PMB, membahas kode etik mubaligh, pembagian tugas, dan penerimaan anggota.(Antara)

Editor: Dedi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga