Selasa, 24 Oktober 2017

Cawagub Kepri Isdianto Mungkin Lawan "Kotak Kosong"

id Cawagub,Kepri,Isdianto,Mungkin,Lawan,pemilihan,wakil,gubernur,Kotak,Kosong
Perlu ada regulasi dari Mendagri dalam mengambil kebijakan itu. Artinya, tergantung pada kebijakan Mendagri, apakah pemilihan dapat berlangsung jika Isdianto tanpa lawan politik saat pemilihan nanti
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Calon wakil gubernur Kepulauan Riau Isdianto berkemungkinan hanya melawan "kotak kosong" jika  hingga Selasa pekan depan pesaingnya tidak melengkapi persyaratan pencalonan.

Anggota Panitia Pemilih Wakil Gubernur Kepri Sisa Masa Jabatan 2016-2021, Onward Siahaan, di Tanjungpinang, Senin, mengatakan Isdianto dapat melawan "kotak kosong" jika kebijakan tersebut ditetapkan Mendagri.

"Perlu ada regulasi dari Mendagri dalam mengambil kebijakan itu. Artinya, tergantung pada kebijakan Mendagri, apakah  pemilihan dapat berlangsung jika Isdianto tanpa lawan politik saat pemilihan nanti," katanya, yang juga Sekretaris DPD Partai Gerindra Kepri.

Onward mengemukakan anggota panitia pemilih akan menemui Mendagri Tjahjo Kumolo membahas permasalahan pemilihan Wagub Kepri, lusa. Rapat tersebut dinilai penting setelah Agus Wibowo belum menyerahkan berkas administrasi pencalonan hingga saat ini.

Panitia pemilih memberi waktu selama sepekan yakni hingga Selasa pekan depan agar Agus Wibowo menyerahkan berkas administrasi pencalonan. Jika sampai batas waktu yang ditentukan, Agus belum menyerahkan berkas tersebut, maka panitia pemilih akan menyurati Gubernur Kepri Nurdin Basirun.

"Kami akan meminta Gubernur Nurdin Basirun untuk mencari penggantinya. Namun itu harus mendapatkan persetujuan partai pengusung," ucapnya.

Terkait kemungkinan nama yang diusulkan gubernur adalah Rini Fitrianti, menurut dia sejauh ini pengurus Gerindra Kepri belum pernah membicarakan hal itu bersama gubernur. Sebagai salah satu partai pengusung HM Sani (almarhum)-Nurdin Basirun pada Pilkada Kepri 2015, Gerindra sampai sekarang masih mengupayakan Fauzi Bahar sebagai cawagub.

"Kami tidak mau berandai-andai. Yang pasti sampai sekarang belum ada pembicaraan dengan gubernur terkait siapa pengganti Agus seandainya Agus tidak memenuhi persyaratan pencalonan," ujarnya.

Onward mengatakan gubernur harus mendudukkan permasalahan itu dengan pengurus partai pengusung. Jika tidak dapat menyatukan kepentingan partai pengusung, proses pemilihan akan berlangsung lama, bahkan hingga berakhirnya masa jabatan gubernur.

"Untuk mengantisipasi agar pemilihan cawagub ini tidak lama, makanya kami minta fatwa dari Mendagri. Mudah-mudahan ada jalan keluarnya sehingga Kepri memiliki wagub," katanya. (Antara)

Editor: Rusdianto

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga