Saiful Hadi Ingin Bentuk Kantor Berita ASEAN

id Saiful,Hadi,Ingin,direktur,utama,Bentuk,Kantor,Berita,ASEAN,dirut,antara

Mantan Dirut LKBN Antara Almarhum Saiful Hadi. (antaranews.com)

Saiful kembali menolak jabatan Direktur Utama yang disodorkan oleh Asro untuk menggantikannya. Asro pernah menceritakan bahwa Saiful tidak pernah meminta jabatan bahkan ditawari pun tidak mau
Jakarta (Antara Kepri) -" Semoga kita yang ditinggalkan bisa meneruskan cita-cita, keinginan, dan perjuangan almarhum semasa hidup".

Penggalan kalimat doa itu dipanjatkan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat memimpin doa tahlil di rumah duka Direktur Utama Perum LKBN Antara periode 2012-2016 M Saiful Hadi di Kompleks Pondok Pesantren Darul Maarif di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, Senin.

Lukman yang pernah menjadi santri di perguruan Islam yang didirikan oleh KH Idham Chalid, Pahlawan Nasional yang juga ayah kandung Saiful, itu, seolah sangat mengerti dan mengenal bahwa sosok Saiful tak pernah berhenti untuk membuat karya.

Kata-kata bijak, berkaryalah hingga ajal menjemput, merupakan untaian kata yang pas ditujukan untuk Saiful Hadi.

Ia dikenal sebagai sosok yang memiliki berbagai kegiatan dan tidak bisa melewati hari-hari tanpa berbuat sesuatu yang bermanfaat.

Meskipun sosoknya yang cenderung tambun semasa hidup dan secara rutin meminum obat akibat gangguan penyakit dalam yang menahun, dia tak ingin menunjukkan dirinya sebagai orang yang memiliki penyakit serius.

Hari-hari dilalui dengan beragam humor sambil melakukan berbagai pekerjaan yang bermanfaat bagi banyak orang.

Predikat sebagai anak ulama besar sekaligus pejabat negara, ayahnya pernah menjabat Wakil Perdana Menteri, Menteri Sosial ad-interim, Menko Kesra, dan Ketua MPR/DPR, serta memimpin Nahdlatul Ulama (NU) bahkan Partai Persatuan Pembangunan, tetap membuat Saiful sebagai wartawan yang giat bahkan menjalani karir dari bawah.

Saiful diterima sebagai wartawan setelah lulus seleksi dan lulus Kursus Dasar Pewarta Angkatan V LKBN Antara tahun 1988.

Selama mengikuti kursus yang wajib diikuti oleh setiap calon wartawan Kantor Berita Antara itu, Saiful dipercaya sebagai "ketua kelas". Rekan-rekan satu angkatannya antara lain ikon Jurnalis Foto Indonesia Oscar Motulloh, Pemimpin Redaksi Majalah BUMN Track Akhmad Kusaeni yang juga Direktur Pemberitaan Perum LKBN Antara periode 2012-2014, Direktur SDM dan Umum LKBN Antara periode 2007-2012 Dr Rajab Ritonga yang merupakan doktor pertama dari LKBN Antara dan kini menjadi dosen di berbagai perguruan tinggi di Jakarta.

Satu hal yang berkesan bagi penulis saat dia menceritakan pengalamannya adalah aksi beraninya memotret dari tengah jalan saat Menhankam/Panglima ABRI Jenderal LB Moerdani saat melakukan inspeksi pasukan dari kendaraan militer agar mendapat sudut pandang gambar yang baik. Walaupun mengejutkan para petugas militer saat itu, hasil karya foto Saiful itu terpampang dan disiarkan oleh berbagai surat kabar terkemuka nasional.

Setiap wartawan memang terpanggil untuk membuat karya terbaik. Saiful lebih banyak berkecimpung sebagai wartawan ekonomi dan sehari-hari meliput berbagai kegiatan di Departemen Pertambangan (kini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral) dan hal-hal terkait energi atau perminyakan, pertambangan, dan gas.

Ia juga pernah meliput kegiatan internasional dan pernah bertugas sebagai wartawan di Istana Kepresidenan dan Wakil Presiden.

Pada 1993 Saiful dipercaya menjadi Kepala Biro Antara untuk Eropa yang berkedudukan di Belanda sampai tahun 1997. Pada 1999, ia dipercaya menjadi Direktur Keuangan pada masa kepemimpinan Pemimpin Umum LKBN Antara Parni Hadi periode 1998-2000.

Pada era Presiden Abdurrahman Wahid yang juga merupakan ulama besar NU, dia ditawari untuk menjadi Pemimpin Umum LKBN Antara tetapi dia tolak dengan alasan "bajunya kegedean". Ia tak ingin menimbulkan kesan bahwa karena Presiden berasal dari NU maka dia yang juga merupakan keluarga besar NU bisa mendapatkan jabatan.

Pemimpin Umum LKBN Antara sejak tahun 1960-an hingga 2007 selalu dipilih oleh Presiden dan diangkat berdasarkan Keputusan Presiden. Setelah menjadi Perusahaan Umum dan bagian dari Badan Usaha Milik Negara tahun 2007 maka jabatannya berganti menjadi Direktur Utama dan dipilih oleh Menteri BUMN.  

Setelah beberapa nama menolak, Gus Dur kemudian memilih budayawan yang juga peneliti Mohammad Soebary sebagai Pemimpin Umum LKBN Antara sejak 2000 hingga 2005. Pada awal kepemimpinan Soebary, Saiful Hadi dialih tugas menjadi redaktur senior untuk bidang luar negeri sampai tahun 2003. Kemudian dia bertugas di Biro Foto yang digawangi oleh Oscar Motulloh hingga tahun 2005.

Di bawah kepemimpinan Pemimpin Umum LKBN Antara Asro Kamal Rokan yang sebelumnya Pemimpin Redaksi Harian Republika, Saiful kembali menjadi Direktur Keuangan pada 2005-2007, sebelum terbentuk Perum LKBN Antara.

Tolak jabatan

Saiful kembali menolak jabatan Direktur Utama yang disodorkan oleh Asro untuk menggantikannya. Asro pernah menceritakan bahwa Saiful tidak pernah meminta jabatan bahkan ditawari pun tidak mau.

Asro kemudian digantikan oleh Ahmad Mukhlis Yusuf sebagai Direktur Utama Perum LKBN Antara periode 2007-2012. Kementerian BUMN menyelenggarakan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) bagi sejumlah calon direksi Antara saat itu. Saiful salah satu calon yang dipanggil. Saiful pernah menceritakan bahwa dia dites hari Jumat dan dia datang ke Kementerian BUMN tanpa beban, bahkan mengenakan pakaian koko dan sandal, sedangkan sejumlah calon lain berdasi bahkan berjas.

Suasana formal dan kaku sebagaimana lazimnya uji kepatutan dan kelayakan berubah cair dan penuh humor. Saiful pun terpilih menjadi Direktur Pemberitaan yang merangkap menjadi Direktur Keuangan pada 2007 sampai 2009, dan kemudian setelah itu hanya menjadi Direktur Pemberitaan hingga 2012.

Saiful menjadi pucuk pimpinan di kantor berita resmi negara ini sejak 23 Oktober 2012 hingga 22 Januari 2016. Saiful digantikan oleh Meidyatama Soeryodiningrat yang sebelumnya menjabat Pemimpin Redaksi The Jakarta Post.

Selepas menjabat Dirut, Saiful Hadi menjabat Penasihat Senior Perum LKBN Antara hingga dia meninggal dunia.

Kantor Berita ASEAN

Satu pekerjaan yang belum tuntas dikerjakan oleh Saiful adalah membentuk Kantor Berita ASEAN.

Pengalamannya sebagai Sekretaris Tetap Confederation of ASEAN Journalist (CAJ) dan fakta bahwa ASEAN telah memasuki pasar bebas dan dalam rangka solidaritas ASEAN yang lebih kuat di berbagai bidang, mendorong Saiful untuk membentuk kantor berita di tingkat regional itu.

Sebagian besar negara anggota ASEAN yang telah memiliki kantor berita masing-masing juga memperkuat tekadnya untuk menyatukan visi kantor berita tingkat regional di ASEAN ini untuk membentuk wadah bersama. Hanya Singapura dan Brunei Darussalam yang belum memiliki kantor berita di masing-masing negaranya.

Pada tahun 2007, untuk ketiga kalinya, Kantor Berita Antara memimpin Organisasi Kantor Berita Asia Pasifik (Organization of Asia-Pacific News Agencies).

Ketika itu terdapat 39 kantor berita anggota OANA dari 33 negara yakni Afghanistan, Australia, Azerbaijan, Bahrain, Bangladesh, Kamboja, China, Korea Utara, Uni Emirat Arab, India, Indonesia, Iran, Jepang, Kazakhtan, Kuwait, Kyrgyztan, Laos, Malaysia, Mongolia, Nepal, Oman, Pakistan, Filipina, Qatar, Korea Selatan, Rusia, Saudi Arabia, Srilangka, Suriah, Thailand, Turki, Vietnam dan Yaman.

Saiful pernah menyampaikan bahwa untuk kawasan Asia Pasifik saja ada organisasi kantor berita, masak di tingkat ASEAN belum ada.

Untuk itu Saiful kerap menyosialisasikan wacananya itu untuk bisa diwujudkan. Pada ASEAN Editors Summit tahun 2016 di Kuala Lumpur, Malaysia, misalnya, Saiful mempresentasikan rencana pembentukan kantor berita ASEAN dan dia bersyukur bahwa seluruh peserta pertemuan itu mendukung keberadaan organisasi kantor berita ASEAN.

Beberapa hal yang masih memerlukan perincian lebih lanjut adalah mengenai teknis pelaksanaannya seperti soal pendanaan, aturan main, dan beberapa hal lainnya yang terkait dengan pendirian organisasi tersebut.

Pada persidangan yang diadakan bulan April itu para peserta ASEAN Editors Summit telah menandatangani naskah resolusi untuk meningkatkan kerja sama antara media guna mempromosikan identitas, serta kepedulian dan integritas ASEAN.

Pola kerja sama yang akan dilaksanakan dalam organisasi tersebut diantaranya tukar menukar berita, foto, TV dan produk multimedia lainnya.

Hal terpenting adalah kantor berita ASEAN ini dapat mengimplementasikan semangat dan solidaritas ASEAN agar terwujud lebih kuat melalui berbagai produk informasi dan multimedia sehingga ASEAN bisa semakin tumbuh sebagai kawasan ekonomi yang pesat, tidak kalah dengan negara-negara di kawasan Eropa misalnya.

Organisasi-organisasi media di kawasan ASEAN seperti kantor berita, media cetak, media "online" dan lainnya diperlukan untuk bersinergi dalam rangka meningkatkan pemahaman dan kepedulian terhadap sukses Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Saling bersinergi merupakan cara terbaik dan efektif dalam menyosialisasikan MEA. Suksesnya MEA harus melibatkan parapihak dalam proses integrasi.

Apalagi digadang-gadang bahwa MEA bukan hanya menjamin integrasi ekonomi 10 negara ASEAN, namun juga mampu mencapai kesejahteraan bersama di kawasan tersebut.

Kantor Berita ASEAN juga dapat menangkal berbagai misinformasi atau kesalahpahaman yang kadang terjadi dalam upaya meningkatkan kerja sama di kawasan.

Kini Saiful Hadi telah tiada tetapi semangatnya untuk membentuk Kantor Berita ASEAN harus tetap ada bahkan diwujudkan. Untuk itu perlu dukungan dari berbagai pemangku kepentingan. (Antara)

Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor: Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar