IWO Karimun Sosialisasikan Cara Tangkal "Hoax"

id IWO,Karimun,Sosialisasi,Cara,Tangkal,Hoax

Ketua beserta pengurus IWO Karimun berfoto bersama kepala sekolah, guru dan siswa usai menyosialisasikan cara menangkal berita hoax di SMA Mahabodhi, Tanjung Balai Karimun, Senin (6/11). (antarakepri.com/Istimewa)

Saat ini kita memasuki zaman milenial dengan perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat. Kalangan pelajar harus bijak memilah-milah berita atau informasi ketika mengakses internet, terutama di media-media sosial
Karimun (Antara Kepri) - Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, menyosialisasikan cara menangkal berita bohong atau "hoax" kepada  320 pelajar SMA Mahabodhi Tanjung Balai Karimun.

"Saat ini kita memasuki zaman milenial dengan perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat. Kalangan pelajar harus bijak memilah-milah berita atau informasi ketika mengakses internet, terutama di media-media sosial," kata Ketua PD IWO Rusdianto saat menjadi pembina upacara yang dihadiri sekitar 320 siswa SMA Mahabodhi, Senin.

Para siswa sebagai generasi bangsa, menurut dia, juga harus bisa membedakan mana berita dan informasi "hoax".

Dijelaskannya, berita "hoax" adalah produk berita bohong, yang bertujuan menyebarkan hasutan, kebencian, dan sentimen SARA.

Rusdianto mengatakan akhir-akhir ini banyak situs-situs "online" yang berisikan berita 'hoax', kemudian disebarluaskan di media sosial.

"Media 'online' (sesuai dengan standar jurnalistik) itu wajib mencantumkan penanggung jawab, redaksi, dan alamatnya.  Kita harus bijak meneliti kebenaran berita dengan mengecek sumbernya. Cek faktanya, jangan menerima mentah-mentah sebuah informasi," katanya.

Sedangkan informasi 'hoax', menurut dia, merupakan informasi yang tidak termasuk karya jurnalistik, tetapi informasi biasa yang bisa disebarluaskan siapa saja melalui media sosial atau situs-situs di internet.

"Untuk menangkal informasi hoax ini, kalangan pelajar juga harus mampu menganalis, mempelajari norma-norma agama, sosial dan kehidupan berbangsa. Jangan ikut pula menyebarluaskan informasi yang mengandung kebencian, apalagi menyesatkan," tuturnya.

Sementara itu, salah satu siswa Maikel Prajana, usai upacara mengaku kerap menemukan informasi "hoax" di media sosial.

"Sering saya temukan, tapi saya tidak begitu peduli. Saya lebih memilih konsentrasi belajar daripada ikut-ikutan menyebarkan informasi yang tidak jelas kebenarannya," kata dia.

Siswa kelas XII ini mengatakan, informasi seputar berita "hoax" yang disampaikan IWO Karimun menjadi referensi bagi dirinya agar lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarluaskan berita dan informasi hoax di media sosial.

Kepala SMA Mahabodhi, Ari Zonanto usai upacara mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi sekali partisipasi IWO Kabupaten Karimun dalam memaparkan pengaruh dan bahaya berita Hoax.

"Kita dari sekolahpun melarang seluruh siswa-siswi untuk membawa HP," kata Ari.

Hal ini, kata dia, bertujuan agar para siswanya fokus dalam mengikuti proses belajar mengajar.

"Kita ada komputer untuk praktik. Di luar jam sekolah, ya silakan. Namun, saat jam sekolah, sama sekali tidak diperbolehkan," katanya.

Pihaknya secara rutin menggelar razia "handphone" seluruh siswa di kelas. "Hasilnya, masih ada lima HP belum diambil-ambil oleh pemiliknya," katanya. (Antara)

Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar