Seri Terakhir Kepri Offroad Dilaksanakan di Bintan-Tanjungpinang

id Seri Terakhir Kepri Offroad Dilaksanakan di Bintan-Tanjungpinang

Perlombaan terbuka untuk umum dengan kendaraan yang akan digunakan memiliki kecepatan 1000 cc, 1001 cc, 2500 sampai 2500 ke atas
Batam, (Antara Kepri) - Rangkaian Kepri Trophy Offroad seri ketiga atau terakhir akan dilaksanakan pada Jumat (24/11) hingga Minggu (26/11) di Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang, dengan tujuan mengelorakan otomotif di Indonesia khususnya Kepri. 

"Ini juga prores bagaimana kita cinta tanah air dan memperkenalkan objek-objek wisata di Kepri," kata Ketua Panitia Kepri Trophy Offroad seri ketiga, Helmi Santika, di Batam, Senin. 

Ia menjelaskan ada tiga kategori perlombaan yaitu adventure country road di Bintan, speed off road dan silicon controlled rectifier (SCR) di Tanjungpinang. 

Helmi menjelaskan kegiatan tersebut sifatnya juga untuk sosial dimana panitia dan peserta berbagi dengan masyarakat sekitar. 

"Harapan kami kegiatan ini memberikan arti yang baik di Kepri dan bisa memperkenalkan kekayaan alam di Kepri kepada masyarakat Indonesia dan internasional," katanya. 

Pria yang menjabat Direktur Reserse (Dirres) Narkoba itu mengatakan hingga saat ini  jumlah peserta yang mendaftar sudah 58 orang dan itu khusus Batam saja. Belum termasuk Karimun, Lingga dan Bintan. 

"Kegiatan ini disponsori oleh S Super," katanya. 

Pimpinan lomba yang juga pembalap nasional Lukito Raharjo menjelaskan regulasi perlombaan tersebut sudah sesuai dengan Standar Ikatan Motor Indonesia (IMI) dan Indonesia Offroad Federation (IOF). 

Ia mengatakan perlombaan tersebut terbuka untuk umum dengan kendaraan yang akan digunakan memiliki kecepatan 1000cc, 1001 cc, 2500 sampai 2500 ke atas. 

"Kegiatan ini skala lokal tapi berstandar nasional start kita lakukan jam dua di Lagoi dan finish di Tanjungpinang," katanya. 

Lukito mengatakan total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp50 juta dan ada doorprice dengan hadiah utama dua unit motor. Ia mengatakan target peserta dalam seri terakhir tersebut 80 orang. (Antara)

Editor: Evy  R. Syamsir
Pewarta :
Editor: Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar