Pemkot Ajukan Hutan Lindung Jadi Objek Wisata

id pemkot,ajukan,hutan,lindung,jadi,objek,wisata

Hanya boleh 10 persen dipakai, yang lain tidak boleh diganggu. Kami akan ajukan ke gubernur, karena wewenangnya di gubernur
Batam (Antara Kepri) - Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau mengajukan hutan lindung yang berlokasi di Kecamatan Batam Kota menjadi objek pariwisata.

Wali Kota Muhammad Rudi di Batam, Rabu, menyatakan hutan lindung yang berlokasi di tengah kota itu cocok bila dijadikan hutan wisata dengan tetap mengutamakan kelestarian lingkungan.

"Lokasinya yang di depan Kepri Mal, kalau bisa digunakan untuk hutan wisata, bagus sekali," kata Wali Kota.

Dengan menjadi hutan wisata, maka pepohonan di hutan lindung itu tidak ditebang, tetap dipertahankan.

"Tapi bawahnya dibersihkan. Bagian bawahnya kami bersihkan supaya tidak ada binatang liar yang besar," kata dia.

Di hutan wisata itu, warga dan pelancong bisa menggunakannya sebagai lahan publik, untuk berjalan kaki, bersepeda dan sebagainya.

Menurut dia, peralihan hutan lindung menjadi hutan wisata dimungkinkan, menggunakan sistem pinjam pakai dengan Kementerian Kehutanan.

Tentu saja, kata Wali Kota meneruskan, dalam sistem pinjam pakai itu akan ada berbagai peraturan untuk dipatuhi, misalnya saja tidak akan memotong pohon.

"Pinjam pakai melalui gubernur. Akan ada persyaratan yang kami ikuti," kata dia.

Ia mengatakan, berdasarkan aturan, maka tidak semua lahan hutan lindung dapat dipinjampakaikan, melainkan hanya 10 persen dari yang ada.

"Hanya boleh 10 persen dipakai, yang lain tidak boleh diganggu. Kami akan ajukan ke gubernur, karena wewenangnya di gubernur," kata Wali Kota.

Selain hutan lindung di Kecamatan Batam Kota, Wali Kota mengatakan pemerintah juga berencana mengajukan penggunaan kawasan lain sebagai objek wisata, yaitu Pulau Putri, Pantai Nongsa dan Batubesar.

Pemkot Batam menggalakan pariwisata untuk menggairahkan perekonomian di kota itu, setelah produksi industri yang menjadi andalan anjlok.(Antara)

Editor: Dedi
Pewarta :
Editor: Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar