BC Kepri Musnahkan Barang Tegahan Senilai Rp5 Miliar

id BC,Kepri,Musnah,Barang,Tegahan,penyelundupan,pemusnahan

Kakanwil Ditjen BC Khusus Kepri Rusman Hadi memusnahkan barang hasil penindakan tindak penyelundupan, Jumat (8/12). (antarakepri.com/Nursali)

Total nilai keseluruhannya diperkirakan mencapai Rp5 miliar, sedangkan untuk kerugian negaranya belum kita hitung
Karimun (Antara Kepri) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Khusus Kepulauan Riau, Jumat, memusnahkan barang tegahan tindak pidana penyelundupan senilai Rp5 miliar.

Barang-barang yang dimusnahkan, antara lain 650 karung pakaian bekas, minuman beralkohol, barang-barang elektronik, 70 kardus guci dan 380 botol Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA).

Kepala Kantor Wilayah Ditjen BC Khusus Kepri, Rusman Hadi mengatakan, pemusnahan barang hasil penegahan ini merupakan bentuk keseriusan dalam melindungi industri pakaian dalam negeri dan kesehatan masyarakat.

"Total nilai keseluruhannya diperkirakan mencapai Rp5 miliar, sedangkan untuk kerugian negaranya belum kita hitung," kata Rusman Hadi menanggapi Antara saat menggelar pemusnahan barang bukti sesuai Pasal 45 KUHP itu.

Barang yang dimusnahkan merupakan hasil dari penindakan selama  Desember 2017, yang terdiri dari 650 karung ballpress muatan KM Sidy Karya 2 dengan 5 ABK, yang ditegah pada hari Sabtu, 2 Desember 2017.

1.000 karung ballpress lainnya merupakan muatan KM Sakinah Jaya beserta 8 orang ABK dari Port Klang, Malaysia tujuan Tanjung Balai Asahan yang ditegah pada Senin, 4 Desember 2017.

Serta 30 karton berisikan telepon seluler, jam tangan pintar, "remote control", alarm, flashdisk, dan aksesoris lainnya yang berasal dari kapal cepat dari Singapura dengan tujuan Tanjung Samak, Kepulauan Meranti, Riau.

"Semua penegahan terhadap kapal-kapal ini tidak dilengkapi dengan dokumen yang sah," katanya.

Seluruh nakhoda ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan melanggar Undang-undang Kepabeanan.

"Khusus untuk penegahan pada speedboat, kita mendapat perlawanan. Mereka berusaha untuk kabur saat kita kejar," katanya.

Ia juga mengatakan sebagai langkah taktis, pihaknya hingga kini terus melakukan pengawasan operasi patroli di perairan Selat Malaka, karena wilayah perairan ini sangat strategis dan berpotensi menjadi titik rawan penyelundupan.

"Operasi kita melibatkan Kantor Wilayah DJBC Aceh, Sumatera Utara, Kantor Wilayah DJBC Riau Sumatera Barat, KPPBC TMP Belawan, KPPBC Tipe Pratama Bengkalis, KPPBC TMP B Dumai, KPPBC TMP B Jambi, KPPBC Tipe Pratama Selatpanjang dan KPPBC di Kepri lainnya," katanya. (Antara)

Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor: Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar