Logo Header Antaranews Kepri

BPNT disalurkan melalui Kube, RPK dan BRILINK

Kamis, 18 Januari 2018 21:51 WIB
Image Print
Bulog Sub Divre Batam (Antaranews Kepri/Messa Haris)
Apabila dipasaran naik maka harga per kilogram beras yang disalurkan sama dengan di pasaran, karena beras yang diberikan adalah beras komersil.

Batam (Antaranews Kepri) - Dinas Sosial dan Pemakaman Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kepada 32.493 kepala keluarga melalui 39 kelompok usaha bersama (KUBE), rumah pangan kita (RPK) dan agen BRILINK.

Kepala Dinas Sosial dan Pemakaman Kota Batam Hasyimah, di Batam, Kamis, mengatakan penyaluran BPNT tidak dapat hanya dilakukan dengan KUBE dikarenakan jumlah penerimanya sangat banyak. Karena itu pihaknya berkoordinasi dengan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) dan menyalurkan BPNT melalui RPK.

"KUBE itu tahun lalu hanya ada 10 dan yang aktif hanya dua saja, tahun 2018 ini baru jumlahnya 39 sampai Desember nanti," katanya. Hasyimah menyatakan dalam penyaluran BPNT dilakukan pendampingan oleh tenaga kesejahteraan sosial dari masing-masing kecamatan di Batam.

Satu pendamping lanjut Hasyimah bisa mengawasi pemberian BPNT kepada dua ribu masyarakat dan proses penyalurannya saat ini masih akan dilakukan pemetaan kembali oleh dinasnya. Satu Kube kata Hasyimah bisa melayani hingga 300 kepala keluarga.

"300 (KK) itu jumlahnya bisa mencapai tiga ton," ujarnya. Sementara Perum Bulog menyerahkan BPNT langsung kepada RPK dan masyarakat bisa membeli pangan dengan menggunakan kartu yang dikeluarkan BRILINK yang diberikan kepada masing-masing agen.

Permasalahannya kata Hasyimah para agen terkadang tidak memiliki cukup uang untuk menebus satu ton beras yang nilainya mencapai Rp10 juta. Dinasnya sendiri kata Hasyimah yanga sebagai fasilitator dan mengawasi penyaluran BPNT. "Kalau duitnya tidak itu semua di BRILINK," katanya.

Menurutnya dalam penyaluran BPNT pihaknya bisa melalui Perum Bulog atau pun tidak. Jika Bulog ingin menyalurkan kata Hasyimah ada beberapa kesepatan yang harus dicapai bersama, salah satunya mengenai harga beras.

"Kita tidak ingin harga komoditinya naik mendadak, jadi kalau Bulog mau (menyalurkan) harus melakukan MoU dengan kita," katanya. Sementara itu Kepala Perum Bulog Sub Divre Batam Jamaludin mengatakan penyaluran BPNT sudah dilakukan pihaknya setahun belakangan melalui RPK dan bekerjasama dengan Dinas Sosial.

Selain itu pihaknya juga melakukan sinergi dengan BRILINK dalam penyaluran bantuan tersebut. "Sudah bagus dan sekarang ini kita baru saja menyalurkan 35 ton ke Kecamatan Galang," katanya.

Terkait harga kata Jamaludin selama ini pihaknya mengikuti mekanisme pasar. Apabila dipasaran naik maka harga per kilogram beras yang disalurkan sama dengan di pasaran, karena beras yang diberikan adalah beras komersil.

"Per 1 Januari sampai sekarnag (18/1) sudah 280 ton yang kita salurkan, per hari kita salurkan sekitar 35 ton," ujarnya.(Antara)

Editor: Evy R. Syamsir



Pewarta :
Editor: Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2026