
Gubernur bantu pembangunan jembatan Anak Tiri
Senin, 22 Januari 2018 11:07 WIB

"Saya akan bantu untuk pembangunan sementaranya seratus juta, sambil menuggu dibangun untuk pembangunan secara permanen," kata Nurdin Basirun
Lingga (Antaranews Kepri) - Gubernur Provinsi Kepaluan Riau Nurdin Basirun bersedia membantu pembangunan sementara jembatan Anak Tiri, yang roboh akibat diterpa angin puting beliung Desember tahun 2017.
Kesediaan gubernur disampaikannya saat berkunjung langsung ke lokasi putusnya jembatan Anak Tiri di Desa Marok Tua, Kecamatan Singkep Barat.
"Saya akan bantu untuk pembangunan sementaranya seratus juta, sambil menuggu dibangun untuk pembangunan secara permanen," kata Nurdin Basirun dihadapan Kepala Desa Marok Tua dan Bupati Lingga.
Dalam kesempatan tersebut Gubernur Kepri Nurdin Basirun juga mensosialisasikan kepada kepala desa untuk membuat aturan, agar masyarakat tidak membuang sampah di laut demi menjaga ekosistem yang ada agar tetap lestari. Dirinya mencontohkan salah satu Desa di wilayah Senayang sudah menerapkan hal ini dan masyarakat di desa tersebut kini menjadi terbiasa dengan aturan yang dibuat.
Mengenai robohnya jembatan Anak Tiri harapannya setelah dibantu oleh pemerintah daerah agar nama tersebut segera diganti dengan nama awal jembatan tersebut. Dirinya menginginkan agar nama awal dari jembatan tersebut yaitu jembatan Nyio Gading adalah nama yang tepat untuk dikembalikan.
"Setelah dibantu kita berharap jangan pakai nama jembatan Anak Tiri lagi, nama yang lama dari kepala desa Nyio Gading sudah sangat bersejarah dan membudaya," jelas Nurdin.
Sementara itu Kepala Desa Marok Tua Safarudin mengatakan mengenai nama jembatan Anak Tiri bukanlah berasal dari dirinya maupun para tokoh masyarakat, nama tersebut muncul dengan sendirinya sebagai bentuk protes dari beberapa masyarakat yang kecewa karena setelah bertahun-tahun jembatan yang menjadi akses satu-satunya jalan untuk menuju ke Desa Marok Tua tersebut tidak tersentuh pembangunan.
"Kalau nama asli dari desa kita namankan jembatan Nyio Gading yang artinya kelapa gading, tapi oleh masyarakat dibuat jembatan Anak Tiri dan menjadi viral," jelasnya.
Para tokoh masyarakat sangat menyambut baik rencana Gubernur Kepri untuk membangun jembatan tersebut menjadi jembatan permanen, bahkan menurut salah satu tokoh masyarakat, Muslim mengatakan Bupati Lingga sudah memanggil Camat dan Kepala Desa untuk menemuinya khusus membicarakan rencana pembagunan jembatan tersebut setelah dikunjungi gubernur.
"Kepala Desa, Camat dan beberapa tokoh masyarakat dipanggil untuk membicarakan masalah pembangunan jembatan, tapi kalau secara gotong royong kami sudah siap," ujar Muslim. (Antara)
Editor: Evy R. Syamsir
Pewarta : Nurjali
Editor:
Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2026
