KPPAD: Waspadai anak jadi korban kekerasan seksual

id KPPAD Kepri,kekerasan seksual anak

KPPAD: Waspadai anak jadi korban kekerasan seksual

Ketua KPPAD Kepri Muhammad Faizal (Antaranews Kepri/Nursali)

Januari 2018 kita dikejutkan dengan pengungkapan kasus pedofil di Karimun. Dua pelaku melakukan kekerasan seksual terhadap 27 anak laki-laki
Tanjungpinang (Antaranews Kepri) - Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah Provinsi Kepulauan Riau (KPPAD Kepri) meminta orang tua selalu waspada, agar anak-anaknya terhindar dari tindak kekerasan seksual.

Ketua KPPAD Kepri Faisal, di Tanjungpinang, Kepri, Minggu, mengatakan kasus kekerasan seksual terhadap anak laki-laki yang terjadi di Kabupaten Karimun menunjukkan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan.

"Januari 2018 kita dikejutkan dengan pengungkapan kasus pedofil di Karimun. Dua pelaku melakukan kekerasan seksual terhadap 27 anak laki-laki," katanya.

Ia mengatakan kasus serupa bisa saja terjadi di daerah lain di Kepri, hanya saja belum terungkap karena dirahasiakan korban dan keluarganya yang malu.

"Bukan tidak mungkin ini seperti fenomena gunung es, yang terungkap bagian atas, tetapi yang lainnya tidak terungkap karena berbagai alasan," ujarnya.

Faisal mengatakan pedofil merupakan masalah serius yang harus ditangani maksimal dari seluruh pihak. Aparat berwenang, pihak sekolah, pemerintah, anak-anak dan orang tua harus membangun sinergi yang baik demi melindungi generasi muda.

Menurut dia, kekerasan terhadap anak akan berkembang jika tidak ditangani secara serius.

Berdasarkan penyelidikan, sebagian pelaku merupakan korban kekerasan seksual ketika masih kecil, yang tumbuh menjadi pelaku saat dewasa.

Saat ini, kata dia para korban pedofil di Karimun harus mendapat penanganan psikologis yang serius untuk menghilangkan trauma.

"Bisa jadi karena dendam, selain mencari kepuasan dengan cara yang jahat dan tidak manusiawi," ucapnya.

Faisal mengatakan pihaknya belum memiliki data kelainan seksual anak-anak di seluruh Kepri.

Namun, berdasarkan hasil survei di Karimun, tercatat 319 orang memiliki kelainkan seksual yakni homo seksual. Rata-rata mereka orang dewasa.

"Ada waria yang menjadi pekerja seks. Sebagian dari mereka berasal berbagai daerah di Kepri," ujarnya.

Pemerintah Karimun sudah mengingatkan waria untuk tidak merekrut anak-anak.

Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor: Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar