55 investor Singapura jajaki ekonomi digital di Batam

id 55 investor Singapura jajaki ekonomi digital di Batam

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo (Antaranews Kepri/Danna Tampi)

Mereka ke sana menemui pengelola Nongsa Digital Park yang dipimpin pak Kris dan berminat untuk mengembangkan ekonomi digital di sana,
Batam (Antaranews Kepri) - Sebanyak 55 investor asal Singapura melakukan penjajakan bisnis ke kawasan Nongsa Kota Batam Provinsi Riau untuk membangun pusat ekonomi digital di wilayah tersebut.

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo, di Batam, Rabu, mengatakan para investor tersebut menyambangi Batam pada minggu lalu saat dirinya sedang berada di Jakarta.

"Mereka ke sana menemui pengelola Nongsa Digital Park yang dipimpin pak Kris dan berminat untuk mengembangkan ekonomi digital di sana," katanya.

Kepala BP Batam mengatakan pihaknya ingin ekonomi digital nantinya dipusatkan di Nongsa karena di wilayah tersebut sudah tersedia industri kreatif digital yaitu infinite studio.

Selain itu kata Lukita di kawasan Nongsa sudah tersedia berbagai fasilitas untuk mendukung industri ekonomi digital.

"Fiber optiknya sangat baik di sana dan lokasinya sangat dekat dengan Singapura," katanya.

Meski masih melakukan penjajakan para investor tersebut menyatakan kata Lukita ketertarikannya untuk berinvestasi di Batam.

Saat ini lanjut Lukita ada satu penanam modal asal negara tersebut sudah mulai melakukan aktivitasnya dibidang ekonomi digital. "Kami memang mengharapkan ekonomi digital bisa berkumpul di satu tempat," katanya.

Lukita mengatakan pihaknya ke depan memang mengutamakan ekonomi digital agar Kota Batam bisa bersaing dengan negara di Asia Tenggara. Lukita yakin Kota Batam masih memiliki potensi yang luar biasa dan hingga saat ini masih banyak investor yang mempertanyakan tentang kota bandar dunia madani itu.

Pihaknya berharap semua instansi bisa bekerjasama dan bahu membahu untuk menjaga kondusifitas agar para investor merasa aman dan nyaman berinvestasi di Kota Batam. (Antara)

Editor: Pradanna
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar