
Timah kirim pengrajin Karimun ikuti pelatihan pewter

Kita juga akan `support` peralatan dan pemasaran sampai mereka bisa mandiri
Karimun (Antaranews Kepri) - PT Timah Tbk Wilayah Operasi Kepri dan Riau mengirimkan enam pengrajin Kabupaten Karimun untuk mengikuti pelatihan pewter di Kota Pangkal Pinang, Bangka, Bangka Belitung.
"Pelatihan pewter untuk 6 pengrajin Karimun ini merupakan bagian dari program Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat (PPM)," kata Kepala Unit Metalurgi PT Timah Wilayah Operasi Kepri dan Riau Wiyono dalam keterangan pers yang diterima di Tanjung Balai Karimun, Kamis.
Wiyono mengatakan, enam pengrajin tersebut masing-masing berasal dari satu orang dari Kecamatan Kundur Barat, Tebing, Durai, Meral Barat dan Kecamatan Meral sebanyak 2 orang.
Para pengrajin pewter tersebut akan mendapatkan pelatihan selama 21 hari. Segala biaya ditanggung PT Timah, mulai dari akomodasi hingga transportasi.
"Kita juga akan `support` peralatan dan pemasaran sampai mereka bisa mandiri," kata dia.
Pelatihan pewter, menurut dia, merupakan program PPM yang bertujuan menciptakan pelaku usaha khusus, khususnya di bidang pewter, yaitu kerajinan yang menggunakan bahan baku timah.
"Kerajinan pewter termasuk jarang ditekuni. Ini akan kita dorong bagaimana bisa berkembang," katanya.
Sementara itu, Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan, pelatihan pewter yang didukung PT Timah merupakan sebuah peluang untuk menciptakan penghasilan, khususnya bagi para pengrajin pewter.
Aunur Rafiq mengatakan, para pengrajin bisa membuat cenderamata-cenderamata dengan bahan baku timah yang bisa dikerjasamakan dengan PT Timah, perusahaan milik negara yang bergerak di bidang penambangan timah.
"Kerajinan ini membutuhkan kreasi dan inovasi yang tinggi, orang yang menekuninya tentu harus memiliki bakat untuk itu, harus punya jiwa kreasi dan inovasi," katanya.
Dia meminta para pengrajin betul-betul memanfaatkan pelatihan tersebut untuk menimba ilmu sehingga bisa menciptakan kerajinan yang bernilai ekonomis tinggi, seperti miniatur perahu, plakat, gantungan kunci dan lainnya.
"Jangan pelatihan tinggal pelatihan," kata dia.
Para pengrajin pewter tersebut dilepas untuk mengikuti pelatihan ke Pangkal Pinang oleh Bupati Karimun Aunur Rafiq di kediaman dinasnya didampingi Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan ESDM Karimun.
Kota Pangkal Pinang merupakan daerah penghasil timah terbesar di Indonesia, di kota ini juga terdapat sentra kerajinan pewter. Produk yang dihasilkan pengrajin masih dibuat secara manual, yang bisa membutuhkan waktu lama, antara satu pekan hingga satu bulan, tergantung tingkat kesulitannya.
Pewarta : Rusdianto
Editor:
Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
