Repdem Tanjungpinang Menentang Kampanye Hitam

id Relawan Perjuangan Demokrasi Tanjungpinang,Lis-Maya,calon wali kota Tanjungpinang,Pilkada Tanjungpinang

Repdem Tanjungpinang Menentang Kampanye Hitam

Ketua Repdem Tanjungpinang Arie Sunandar (Antaranews Kepri/Aji Anugraha)

Kita akan berupanya menyuarakan kampanye-kampanye bersih dan kreatif bukan menjatuhkan paslon lain
Tanjungpinang (Antaranews Kepri) - Sayap Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Tanjungpinang menyatakan kesiapan untuk menentang segala bentuk kampanye hitam alias kampanye provokatif di Pilkada serentak Tanjungpinang 2018.

Ketua Repdem Tanjungpinang Arie Sunandar, di Tanjungpinang, Jumat mengutarakan penentangan Repdem untuk kampanye hitam, melihat maraknya kampanye negatif dari pemilik akun di media sosial, seperti facebook yang menjatuhkan calon usungan PDI Perjuangan di Tanjungpinang.

"Banyak usaha dari lawan politik untuk menjatuhkan calon yang diusung oleh PDIP (Lis-Maya) , khususnya di media sosial, jelas ini kampanye hitam. Kita akan berupanya menyuarakan kampanye-kampanye bersih dan kreatif bukan menjatuhkan paslon lain," kata Arie yang juga menjabat sebagai Ketua KNPI Kota Tanjungpinang.

Menurut Arie, saat ini lebih baik menggunakan strategi kampanye kreatif untuk mendukung pasangan calon (paslon). Repdem merancang sejumlah program positif untuk memperkenalkan Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang usungan partai berlambang banteng moncong putih itu.

"Banyak cara memberikan pemahaman kepada masyarakat di era seperti ini, salah satunya memberikan pemahaman politik kepada pemilih pemula Tanjungpinang," ujarnya.

Menurut Arie metode kampanye di media sosial dirasa tidak begitu efektif, terlebih pembahasan kampanye politik di lini masa hanya berkutat pada isu-isu yang tidak membangun dan dapat merugikan banyak pihak.

"Efektif, cuman hanya sekitar 40 persen, karena yang ditawarkan lewat medsos hanya marketing politik, Isu,  belum lagi dampak dari argumen yang dinilai dapat menciderai masing-masing paslon dalam melakukan kerja-kerja politik, ini yang dikhawatirkan dan harus bersama diperangi," ujarnya.

Berpandangan dari cara kerja partai, ia mengatakan kampanye yang efektif dan santun yakni "door to door", dengan langsung bertatap muka bersama konstituen paslon dengan memaparkan program dan hasil kerja yang sudah dilakukan.

"Kita lebih fokus kampanye door to door dan melakukan kampanye kreatif , kita lebih baik membumikan visi misi Lis- Maya, agar masyarakat tau tujuan dari melanjutkan kepemimpinan yang ada," ujarnya.

Selain itu, menurut dia, kampanye pintu ke pintu lebih efektif, dikarenakan masyarakat bebas bertanya terkait visi-misi dari paslon.

"Terlebih pak Lis yang juga Sekretaris DPD PDIP sangat dekat dengan rakyat. Kita tidak boleh memberi jarak antara paslon dan masyarakat," ujarnya.

Sebagai pemuda Tanjungpinang, ia berharap masyarakat terkhusus pengguna media sosial untuk bijak menggunakan medsos.

"Karena medsos merupakan solusi untuk mengkampanyekan Pemilu yang sehat. Tak lupa kita juga wajib hukumnya memerangi berita-berita hoax yang setiap hari kita lihat di medsos. Lis-maya akan tetap bersama rakyat untuk melanjutkan pembangunan yang cemerlang," ujarnya. (baca juga: Polda Kepri bentuk satgas kampanye hitam)

Editor: Rusdianto

Pewarta :
Editor: Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar