Syahrul-Rahma dan Lis-Maya peserta Pilkada Tanjungpinang

id Pilkada, Tanjungpinang, Lis-Maya, Syahrul-Rahma, KPU

Pasangan Syahrul-Rahma dan Lis-Maya saat penetapan pada rapat pleno di KPU Tanjungpinang (Antaranews Kepri/Aji Anugraha)

Setelah dilakukan penelitian terhadap persyaratan pencalonan, kami menetapkan Syahrul-Rahma dan Lis-Maya sebagai paslon kepala daerah dan wakil kepala daerah
Tanjungpinang (Antaranews Kepri) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tanjungpinang, Kepulauan Riau, menetapkan dua dari tiga pasangan bakal calon menjadi peserta pilkada tahun 2018.

Ketua KPU Tanjungpinang Robby Patria, saat rapat pleno penetapan pasangan calon di Kantor KPU Tanjungpinang, Senin, menetapkan pasangan Syahrul-Rahma dan pasangan Lis Darmansyah-Maya Suryanti memenuhi syarat pencalonan peserta pilkada.

"Setelah dilakukan penelitian terhadap persyaratan pencalonan, kami menetapkan Syahrul-Rahma dan Lis-Maya sebagai paslon kepala daerah dan wakil kepala daerah," ujarnya.

Robby menjelaskan, KPU Tanjungpinang menetapkan kedua paslon itu melalui proses berita acara hasil pemeriksaan kemampuan jasmani dan rohani, serta pemeriksaan kesehatan jasmani, rohani dan bebas penyalahgunaan narkotika. Pemeriksaan jasmani dan rohani dilakukan tim dari instansi terkait di RSUD Raja Ahmad Tabib.

"Hal ini berdasarkan ketentuan Pasal 68 ayat (1) Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 3 Tahun 2 Tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota," katanya.

Kedua pasangan calon juga dinyatakan mendapatkan dukungan dari partai pengusung. Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul-Rahma, diusung oleh Partai Golongan Karya dan Partai Gerakan Indonesia Raya.

Sementara bakal pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah-Maya Suryanti diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Amanat Nasional, Partai Demokrat, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Hati Nurani Rakyat.

"Keduanya dinyatakan memenuhi syarat," kata Ketua KPU Tanjungpinang Robby Patria.

Sementara bakal pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Edi Safrani-Edi Susanto (due Edi), melalui jalur perseorangan, ditetapkan tidak memenuhi syarat.

Robby menjelaskan, due Edi tidak menyerahkan kekurangan dukungan sebagaimana dimaksud pada pasal 57 ayat (1) huruf a Peraturan KPU Nomor 3 tahun 2017.

Dalam ketentuan pencalonan Wali Kota dan Wakil Wali Kota terhadap jumlah minimum dukungan sebanyak 7.400 pendukung yang wajib diperbaiki pada masa perbaikan syarat dukungan pasangan calon perseorangan sebanyak 2 kali dari jumlah kekurangan dukungan yaitu 14.800 pendukung.

"Sesuai BA 7-KWK Perseorangan tanggal 31 Desember 2017 dan kekurangan tersebut dituangkan di dalam Model B.1 KWK-Perseorangan Perbaikan dan Model B.2 KWK-Perseorangan Perbaikan. Persyaratan Calon Tidak Memenuhi Syarat dengan keterangan," ujarnya.

Selain itu, kata dia, pasangan calon perseorangan tidak menyerahkan surat keterangan tidak sedang dinyatakan pailit berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dari Pengadilan Niaga Medan atau Pengadilan Tinggi di Kota Pekanbaru untuk atas nama keduanya.

Due Edi juga tidak menyerahkan tanda terima penyampaian Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak orang Pribadi atas nama bakal calon, untuk masa 5 (lima) tahun terakhir atau sejak calon menjadi wajib pajak, atas nama  Edi Safrani untuk tahun 2016 pada masa penyerahan perbaikan syarat calon.

Berdasarkan hasil pemeriksaan kemampuan jasmani dan rohani serta pemeriksaan kesehatan jasmani, rohani dan bebas penyalahgunaan narkotika memenuhi syarat berdasarkan berita acara Nomor 02-TPN2018.

"Maka bakal pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang atas nama Edi Safrani dan Edi Susanto dinyatakan tidak memenuhi syarat sebagai pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang tahun 2018," ujarnya.(Antara)

Editor : Niko
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar