Indonesia tingkatkan kapasitas dan pemberian beasiswa di bidang ekonomi

id afghanistan-indonesia

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (Antaranews)

Kita berencana untuk memberikan `capacity building`, memberikan `scholarship` (beasiswa)kepada mereka. Mereka minta kalau bisa `scholarship` dan `capacity building` itu diberikan untuk sektor bisnis,
Jakarta (Antaranews Kepri) - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan perwujudan perdamaian di Afghanistan menjadi hal utama yang harus dilakukan sebelum meningkatkan perekonomian di negara tersebut.

Hal itu disampaikan Wapres Jusuf Kalla saat menerima rombongan delegasi perdamaian Afghanistan, High Peace Council (HPC), di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Senin sore.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, mengatakan Wapres Kalla mengatakan kepada rombongan delegasi mengenai komitmen Pemerintah Indonesia dalam mewujudkan perdamaian di Afghanistan.

"Pak Wapres tadi mengatakan bahwa perdamaian itu merupakan hal yang utama sebelum melakukan yang lain. Jadi, sebelum pembangunan ekonomi dan sebagainya, perdamaian dulu," kata Menlu Retno mengutip pernyataan Wapres Jusuf Kalla.

Lebih lanjut Wapres mengatakan, pembangunan ekonomi bagi suatu negara berkonflik menjadi penting untuk keberlangsungan hidup masyarakat setelah perdamaian dicapai.

Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia telah menjajaki upaya pembangunan ekonomi di Afghanistan, sejalan dengan komitmen Pemerintah untuk mewujudkan perdamaian di sana.

Bantuan Pemerintah Indonesia kepada Afghanistan antara lain melalui program peningkatan kapasitas dan pemberian beasiswa di bidang ekonomi dan bisnis kepada masyarakat Afganistan.

"Kita berencana untuk memberikan `capacity building`, memberikan `scholarship` (beasiswa)kepada mereka. Mereka minta kalau bisa `scholarship` dan `capacity building` itu diberikan untuk sektor bisnis," jelas Menlu.

Afghanistan sebenarnya merupakan negara dengan potensi besar, baik di sumber daya manusia maupun alamnya. Namun karena gangguan dan konflik yang berkepanjangan, potensi di negara tersebut tidak tergali dengan maksimal.

Dalam pertemuan tersebut turut hadir pula Duta Besar Afghanistan untuk Indonesia Roya Rahmani dan Ketua HPC Mohammad Akram Khpalwak. (Antara)

Editor : Pradanna Putra
Pewarta :
Editor: Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar