Hang Nadim Terima Rp520 juta dari Jatayu

id Bandara Hang Nadim Batam,tunggakan biaya parkir,jatayu air

Direktur BUBU Hang Nadim Batam Suwarso (Antaranews Kepri.com/Messa Haris)

Diambilnya baru dua malam lalu dan sebelum diterbang ke Jakarta di maintanance dulu di MRO milik Lion Air
Batam (Antaranews Kepri) - Badan Umum Bandar Udara (BUBU) Internasional Hang Nadim mendapatkan pemasukan Rp520-an juta dari maskapai penerbangan Jatayu Air yang membayarkan tunggakan biaya parkir sejak 2010 lalu.

Direktur BUBU Hang Nadim Batam Suwarso, di Batam, Selasa, mengatakan pesawat milik maskapai Jatayu Air diambil pada Minggu (11/2) kemarin dan langsung diterbangkan ke Jakarta.


"Diambilnya baru dua malam lalu dan sebelum diterbang ke Jakarta di maintanance dulu di MRO milik Lion Air," katanya. Suwarso mengatakan sebelum bertolak ke Jakarta perwakilan Kementerian Perhubungan melakukan pemeriksaan baik dari mesin maupun keamanan di pesawat tersebut.

Suwarso menambahkan pesawat Jayatu Air diambil karena ada pihak yang membeli transportasi udara tersebut. "Tapi saya belum tahu siapa yang beli," ujarnya. Menurutnya biaya parkir pesawat perharinya tidak terlalu mahal, namun tergantung seri dari transportasi udara tersebut.

Suwarso mengatakan untuk seri 737-200 sekitar Rp30 ribu sampai dengan Rp35 ribu. Sementara untuk tahap pertama saat landing pesawat juga harus mengeluarkan biaya sesuai dengan tipe pesawat. Ia mencontohkan untuk tipe 737 IR sekitar Rp700 ribuan.

Menurutnya, saat ini masih ada satu pesawat yang belum diambil yaitu Sky Air sejak 2013 lalu. Maskapai tersebut kata Suwarso saat ini sudah memiliki tunggakan hingga Rp200 jutaan.


Beberapa waktu lalu, katanya, teknisi dari Sky Air juga sudah melihat kondisi pesawat. "Biasanya kalau sudah begitu (ada teknisi yang datang) tidak lama lagi di sini," ujarnya.

Suwarso mengatakan kedua maskapai penerbangan itu tidak lagi beroperasi karena terhambat peraturan dari Kementerian Perhubungan.

Menurutnya dulu setiap maskapai penerbangan wajib memiliki dua pesawat sendiri dan sisanya bisa menyewa kepada pihak lain.

Namun aturan saat ini maskapai penerbangan wajib memiliki minimal lima pesawat terbang baru bisa memberikan pelayanan secara komersil kepada masyarakat. (Antara)

Editor : Rusdianto    
Pewarta :
Editor: Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar