
Bandar narkoba nilai Indonesia pasar potensial
Rabu, 21 Februari 2018 19:57 WIB

Seperti teori balon saat ditekan Filipina akan berdampak terhadap daerah-daerah regional (negara Asia Tenggara) lainnya salah satunya Indonesia
Batam (Antaranews Kepri) - Indonesia dinilai sebagai pasar yang potensial oleh para bandar narkotika selain wilayahnya luas, negara ini memiliki jumlah warga negara yang cukup besar.
Kepala Bidang Humas Polda Provinsi Kepulauan Riau AKBP S Erlangga, di Batam, Rabu, mengatakan salah satu penyebab Indonesia menjadi negara tujuan utama para bandar narkotika terutama sabu-sabu karena Filipina yang berada di utara negara ini memberikan hukuman keras bagi pengedar barang haram.
"Seperti teori balon saat ditekan Filipina akan berdampak terhadap daerah-daerah regional (negara Asia Tenggara) lainnya salah satunya Indonesia," katanya. Erlangga mengatakan salah satu negara yang diduga sebagai produsen narkotika adalah Tiongkok.
Di Tiongkok, kata Erlangga, sabu-sabu sudah menjadi industri rumahan dan harganya sangat murah. Bahkan aktivitas tersebut tidak mendapatkan larangan dari pemerintah setempat. "Produk Amfetamin di Tiongkok bukan menjadi suatu larangan," katanya.
Karena itu banyak para bandar dari Tiongkok berusah masuk ke Indonesia untuk mengedarkan hasil produksinya. Terlebih harga sabu-sabu di Indonesia sangat mahal. "Mereka (para bandar narkoba) beranggapan Indonesia sebagai pasar yang cukup potensial," ujarnya.
Perwira menengah kepolisian itu menyatakan bahkan para tersangka yang diamankan dari kapal Pinwin Union 61870 yang membawa 1,622 ton sabu semuanya adalah warga negara Tiongkok.
Guna menekan peredaran narkotika di Indonesia khususnya Provinsi Kepri pihaknya bekerjasama dengan seluruh jajaran penegak hukum seperti Bea Cukai, Badan Narkotika Nasional dan TNI AL.
Baca juga: Bea Cukai serahkan barang bukti sabu 1,6 ton
Provinsi Kepri, kata Erlangga, yang luas lautannya mencapai 96 persen, kerap dijadikan jalur masuk para bandar narkotika dan dijadikan area transit.
Sebelumnya Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Arman Depari mengatakan Indonesia menjadi salah satu negara tujuan para bandar narkotika internasional dan 80 persen menggunakan rute laut mulai timur Sumatera hingga timur Kalimantan dan Barat Kalimantan.
BNN kata Arman Depari bersama institusi lainnya terus berupaya menekan dan menghilangkan sindikat jaringan narkoba internasional yang mencoba masuk ke Indonesia.
Menurut Arman sindikat yang saat ini masih sangat aktif menyelundupkan narkotika adalah dari Malaysia, Taiwan, Tiongkok, Myanmar, Thailand dan negara-negara ASEAN lainnya. Jalur favorit para sindikat barang haram tersebut adalah rute laut. (Antara)
Editor : Rusdianto
Pewarta : Messa Haris
Editor:
Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2026
