Kapolres kagum proyek percontohan buah lokal HKTI

id proyek percontohan jendra moeldoko

Jendral (Purn) Moeldoko bersama Bupati dan Kapolres Lingga saat berkunjung ke tanah putih (Nurjali / Antaranews)

“Selama ini buah – buahan yang kita konsumsi sehari–hari, masih didominasi buah impor. Padahal kita punya potensi yang luar biasa, lahan kita cukup luas, tanahnya subur, sumber daya airnya melimpah dan kita cukup dekat dengan pasar ekspor,”
Lingga (Antaranews Kepri) - Kapolres Lingga AKBP Ucok Lasdin Silalahi mengaku kagum dengan proyek percontohan buah lokal yang dikembangkan oleh Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko di centra perkebunan buah-buahan Tanah putih Desa Marok tua Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga.

“Luar biasa progresnya lebih cepat dari yang diperkirakan. Kita beruntung Ketua Umum HKTI, Bapak Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mau membangun kebun percontohan di daerah ini. Setidaknya ini bisa menjadi motivasi bagi masyarakat kita, khususnya petani untuk lebih rajin lagi menanam tanaman buah lokal,” Kata Kapolres Lingga AKBP Ucok Lasdin Silalahi usai mengunjungi lokasi perkebunan buah lokal tersebut, Minggu.

Kapolres Lingga yang baru saja mendapatkan penghargaan dari Bupati Lingga atas dedikasi dan kreatifitasnya untuk memotivasi masyarakat agar gemar bertani, dalam rangka membantu mewujudkan cita-cita dan program pemerintah daerah yang sedang eksis mengembangkan sektor pertanian ini mengaku prospek pengembangan buah lokal di Kabupaten Lingga sangat menjanjikan.

Hal ini didukung dengan letak geografis Kabupaten Lingga yang sangat dekat dengan negara tetangga Singapura dan Malaysia, potensi ini sangat baik untuk dikembangkan menjadi pusat perkebunan buah lokal yang selama ini didatangkan dari wilayah Malaysia dan beberapa negara tetangga lainnya.

“Selama ini buah – buahan yang kita konsumsi sehari–hari, masih didominasi buah impor. Padahal kita punya potensi yang luar biasa, lahan kita cukup luas, tanahnya subur, sumber daya airnya melimpah dan kita cukup dekat dengan pasar ekspor,” jelasnya.

Sementara itu dikonfirmasi terpisah ketua HKTI Provinsi Kepulauan Riau yang juga Bupati Kabupaten Lingga Alias Wello mengatakan proyek percontohan perkebunan buah–buahan lokal yang dikembangkan Ketua Umum HKTI di atas lahan seluas 50 hektar itu merupakan respon HKTI atas permintaan Presiden RI Joko Widodo agar setiap daerah menyediakan lahan seluas 5–50 hektar untuk perkebunan buah lokal.

Program tersebut menurut Awe didukung penuh oleh Ketua Umum HKTI Jendral (Purn) Moeldoko, Sehingga semua biaya mulai dari penyiapan lahan sampai pengadaan bibit unggul di sponsori oleh Moeldoko.  Bupati Lingga juga mengharapkan para kepala desa di wilayah kerjanya agar menyiapkan lahan minimal 5 hektar untuk perkebunan buah – buahan lokal.  Dan mengenai bantuan pengadaan bibit Bupati Lingga Alias Wello berjanji akan berkoordinasi dengan HKTI Pusat dan Kementerian Pertanian. 

“Di sini ada beberapa varietas buah lokal yang sudah kita kembangkan. Seperti, sirsak madu, jambu kristal, belimbing dewi, nangka, mangga dan lainnya. Nanti, setelah produktivitasnya sudah mulai bagus, kita akan berikan pelatihan penanganan pasca panen, sehingga buah yang dihasilkan betul–betul sesuai standar pasar ekspor,” jelasnya. (Antara)

Editor : Evy R. Syamsir
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar