Pemkot belum pastikan lokasi pemindahan pedagang pasar

id Wali Kota Batam Muhammad Rudi,pemindahan pedagang,pasar induk Jodoh Batam

Ilustrasi: Wali Kota Batam, Muhammad Rudi meninjau relokasi pedagang Jodoh Boulevard (Humas Pemko Batam)

Daerah mana yang bisa, dibantu dulu. Kita cari mana yang kosong, didulukan saja
Batam (Antaranews Kepri) - Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau, belum memastikan lokasi sementara bagi pedagang Pasar Induk Jodoh yang akan dibongkar untuk dibangun kembali.

"Kami `enggak` bisa siapkan lahan, karena kami `enggak` punya lahan," kata Wali Kota Batam Muhammad Rudi di Batam, Selasa.

Baca juga: Pemkot kosongkan Pasar Induk Jodoh dari pedagang

Wali Kota menginstruksikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Zarefriadi dan Kepala Bidang Keamanan dan Ketertiban Umum Satpol PP, Imam Tohari untuk segera menyelesaikan masalah itu.

"Daerah mana yang bisa, dibantu dulu. Kita cari mana yang kosong, didulukan saja," kata dia.

Ia meminta pedagang untuk mencari tempat sementara, sampai pembangunan Pasar Induk Jodoh selesai.

Rudi juga meminta dukungan dari pedagang agar legawa pindah untuk sementara waktu.

Dalam kesempatan terpisah, Wali Kota memastikan seluruh pedagang lama mendapatkan tempat di Pasar Induk Jodoh, bila sudah terbangun kembali.

Berdasarkan data dari kecamatan serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan, terdapat sekitar 1.800 pedagang sekitar yang belum memiliki tempat layak, dan rencananya semua akan ditampung di Pasar Induk Jodoh.

"Per-pedagang hari ini, satu orang satu kios. Meski hari ini mereka punya dua kios, nanti dikasih satu. Semuanya harus berkomitmen supaya lahan 1,8 ha ini bisa menampung semua, 1.800 pedagang," kata Wali Kota.

Senada dengan Wali Kota, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam Zarefriadi menjanjikan semua pedagang lama mendapatkan unit kios di Pasar Induk Jodoh.

Ia menegaskan Pasar Induk Jodoh memang dibangun untuk pedagang lama, sehingga semestinya mereka tidak khawatir tidak mendapatkan tempat.

"Itu kita bangun untuk mereka. Mereka sudah didata melalui kecamatan. Semua pedagang yang tidak berada di tempat legal," kata Zaref.

Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar