Tidak miliki pekerjaan masyarakat nekad berkebun di KKOP

id perkebunan,kawasan operasi penerbangan batam

Tim pengamanan hutan Ditpam BP Batam saat merobohkan kandang babi di sekitar KKOP Bandara Hang Nadim Batam, Selasa (13/3). (Antaranews Kepri/Messa Haris)

Batam (Antaranews Kepri) - Meski sudah sering ditertibkan masyarakat tetap nekad beternak dan berkebun di Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) Bandara Internasional Hang Nadim Batam dengan alasan tidak memiliki pekerjaan. 

Pemilik kebun di sekitaran KKOP Ali Hasibuan, di Batam, Selasa, mengatakan dirinya sudah tiga bulan melakukan aktivitasnya tiga bulan. 

Ali menambahkan sudah pernah ditegur tim Pengamanan Hutan (Pamhut) Ditpam BP Batam untuk tidak lagi berkebun di KKOP, namun hal itu terpaksa dilakukannnya karena hingga saat ini belum memiliki pekerjaan. 

"Saya dulu kerja di galangan kapal karena kontrak tidak diperpanjang saya berkebun di sini," ujarnya.

Menurut Ali di KKOP ia menanam berbagai macam komoditi diantaranya cabe, bayam, kangkung, timun, ubi dan jagung.

Kepada tim Pamhut BP Batam Ali berjanji untuk tidak lagi berkebun di KKOP setelah memanen beberapa tanaman miliknya. "Iya pak setelah panen saya tak di sini lagi," ujarnya.

Kepala Seksi (Kasi) Hutan dan Patroli Ditpam BP Batam, Willem, mengatakan setiap hari pihaknya terus memperingati para peternak dan pemilik kebun untuk tidak lagi beraktivitas di sekitar KKOP.

"Masalah yang dihadapi di KKOP sama dengan di Dam hampir 80 persen ada peternakan dan perkebunan ilegal," katanya. 

Willem menambahkan timnya sudah membongkar dan membakar pondok-pondok yang dijadikan tempat istirahat masyarakat yang melakukan aktivitas di sekitar KKOP. 

Dengan harapan mereka tidak lagi beraktivitas di sekitar hutan kawasan Bandara. Namun hal itu ternyata tidak membuat masyarakat jera dan terbukti pada Selasa pagi tim Pengamanan Hutan (Pamhut) kembali menemukan perkebunan ilegal. 

"Perkebunan dan peternakan di sekitar KKOP itu jaraknya hanya satu kilometer dari landasan saat ini, tapi dari landasan keduanya sangat dekat," katanya. 

Menurut Willem pihaknya bahkan sudah beberapa kali memberikan peringatan secara lisan dan tulisan agar masyarakat dapat mengosongkan lokasi KKOP. 

Pihaknya juga kerap memberikan sosialisasi agar masyarakat yang ingin berkebun dapat menyewa lahan di agro wisata, Sei Temiang, Sekupang. 

Saat akan ditertibkan kata Willem ada masyarakat yang meminta agar diberikan batas waktu untuk masa panen. "Itu kita berikan tapi upaya kami adalah menekankan kepada mereka untuk tidak melanjutkan kegiatan mereka di KKOP," ujarnya.(Antara)

Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar