Korupsi DKTM Kades Tanjung Irat resmi ditahan

id korupsi dana dktm

Kepala Kejaksaan Negeri Lingga dan beberapa jajaran saat ekspose tersangka Korupsi dan pelanggaran pelayaran (Nurjali / Antaranews)

Pemberhentian sementara sudah kita terbitkan, kalau pemberhentian tetap otomatis nanti kalau sudah ditetapkan jadi terdakwa akan berhentikan
Lingga (Antaranews Kepri) - Kepala Desa Tanjung Irat Kecamatan Singkep barat Kabupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau non aktif resmi ditahan oleh penyidik Kejaksaan Negeri Lingga, setelah kasus korupsi Dana kepedulian terhadap masyarakat (DKTM) yang mencapai lima ratus juta rupiah dinyatakan lengkap.

"Hari ini tersangka kepala desa tanjung irat atas nama saudara KR resmi kita tahan bersama ketua tim DKTM nya," kata Kepala Kejaksaan Negeri Lingga Puji Triasmoro kepada Antara, Senin.

Kepala Desa Tanjung Irat non aktif KR ini ditahan setelah dilakukan pemeriksaan kurang lebih hampir satu tahun, dengan melibatkan beberapa saksi ahli termasuk saksi dari Dinas energi sumber daya alam Provinsi Kepulauan Riau yang memberikan rekomendasi pencairan anggaran dana DKTM tersebut. 

Dana DKTM senilai kurang lebih lima ratus juta tersebut dicairkan pihak perusahaan setelah mendapat rekomendasi dari Gubernur Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas terkait yang menangani permasalahan tambang. Dana DKTM tersebut seharusnya digunakan untuk pemasangan Kwh Listrik kepada sejumlah rumah warga di Desa Tanjungirat, namun setelah sekian lama masyarakat menunggu Kwh listrik tersebut tak kunjung dipasang.

"Modus awalnya memperkaya diri sendiri, penyidikan ini kenapa lama karena kita juga melibatkan saksi ahli," ungkapnya.

Sementara itu dihubungi terpisah Bupati Lingga Alias Wello mengatakan sudah menandatangani SK pemberhentian sementara terhadap Kepala Desa Tanjung irat tersebut, namun saat ini prosesnya sudah diserahkan kepada dinas terkait. Mengenai penahanan kepala desanya tersebut Bupati Lingga Alias Wello mengatakan akan segera menerbitkan surat pemberhentian tetap setelah mendapat keputusan dari pengadilan.

"Pemberhentian sementara sudah kita terbitkan, kalau pemberhentian tetap otomatis nanti kalau sudah ditetapkan jadi terdakwa akan berhentikan," ujar Bupati Lingga Alias Wello.

Atas kejadian ini Bupati Lingga Alias Wello berpesan kepada kepala desa yang ada di Kabupaten Lingga, agar dapat menjadikan kasus yang melanda Desa Tanjung irat ini sebagai contoh agar lebih berhati-hati dalam menggunakan dana yang bersumber dari APBD dan APBN maupun dana-dana lainnya yang bersumber dari pihak swasta.

"Jadi tidak saja kebijakan dari DD dan ADD, tapi kebijakan-kebijakan lainnya juga harus hati-hati dan kasus cukas ini bisa jadi contoh," sebutnya. (Antara)

Editor : Evy R. Syamsir
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar