UMRAH dan NUS kerjasama riset pencemaran laut

id umrah,nus

Prof Wong Sek Man bersama Dekan FKIP UMRAH Agung Dhamar Syakti (pertama dan kedua dari ujung) melihat teknologi alat pengawasan konservasi di laut buatan Tropical Marine Science Institute (TMSI) National University of Singapore (NUS). (Antaranews Kepri/Danna Tampi)

Dan mereka sangat tertarik untuk bisa terlibat dalam riset ini,
Singapura (Antaranews Kepri) - Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang bersama Tropical Marine Science Institute (TMSI) National University of Singapore (NUS) menjalin kerjasama riset tentang pencemaran di laut, khususnya mikro plastik yang bisa mencemari atau mengkontaminasi terumbu karang di Kepulauan Riau.

"Dan mereka sangat tertarik untuk bisa terlibat dalam riset ini," kata Dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan UMRAH, Agung Dhamar Syakti kepada Antara di Singapura, Rabu.

Dalam kunjungan ke Singapura yang didampingi Wakil Dekan Chandra Joei dan Kepala PPSL Yales Veva itu kata Agung juga membahas tentang kerjasama pendidikan, seperti pengajaran tentang pelestarian lingkungan dan sumberdaya hayati laut dan pengembangan masyarakat pesisir.

Kemudian kerjasama di bidang informasi dan publikasi penelitian bersama, pengembangan kerjasama di Indonesia serta partisipasi pada kegiatan ilmiah yakni akademik, seminar, lokakarya dan konserfasi ilmiah.

"Semua kerjasama yang kita bangun dengan TMSI National University of Singapore itu dalam rangka mewujudkan Visi dan Misi Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FKIP) UMRAH sebagai Center of Excellence di Asia Pasifik pada tahun 2040," katanya.

Tropical Marine Science Institute (TMSI) National University of Singapore (NUS) kata Agung juga membuka kesempatan yang lebar bagi para dosen di UMRAH untuk melanjutkan pendidikan dibidang ilmu kelautan dan perikanan.

"Intinya mereka peduli terhadap kita, maka kesempatan itu akan kami maksimalkan sebaik mungkin," kata Agung.

Direktor Tropical Marine Science Institute (TMSI) National University of Singapore (NUS), Prof Wong Sek Man mengapresiasi bentuk kerjasama yang ditawarkan UMRAH Tanjungpinang.

Berkolaborasi dengan UMRAH di bidang konservasi kelautan kata Wong merupakan upaya membentuk iklim kerjasama antar kedua negara di perbatasan, agar dapat mengalokasikan lingkungan sebagai dampak dari konservasi lingkungan tersebut.

"Kami senang akan kesempatan untuk berkolaborasi, karena UMRAH adalah salah satu universitas tetangga dari Singapura. Sehingga harapannya melalui kerjasama dibanyak aspek ini dapat memberi ilmu yang baik, serta dapat ditularkan ke masyarakat Indonesia," kata Prof Wong Sek Man. (Antara)
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar