Usulan tarif revisi pelabuhan disampaikan ke Menkeu

id tarif revisi pelabuhan

Satu unit kapal bersandar di Pelabuhan Batuampar untuk melakukan bongkar muat. (Antaranews Kepri/Messa Haris)

BP Batam dan INSA ingin segera selesai, diprediksi Mei mendatang sudah dilakukan revisi sesuai dengan tarif hasil pembahasan BP Batam dan asosiasi pengusaha, termasuk INSA,
Batam (Antaranews Kepri) - Badan Pengusahaan (BP) Batam telah menyampaikan usulan revisi tarif pelabuhan ke Menteri Keuangan Sri Mulyani dan diprediksi Mei mendatang sudah selesai dibahas dan segera diterapkan.

"Usulan tarif revisi sudah disampaikan ke Dewan Kawasan dan oleh Dewan Kawasan usulan yang baru telah disampaikan kepada Menteri Keuangan," kata Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo, di Batam, Senin.

Lukita berharap Menteri Keuangan Sri Mulyani segera membahas usulan tarif tersebut dan Mei mendatang sudah dilakukan reviSi sesuai tarif hasil pembahasan BP Batam dengan asosiasi pengusaha salah satunya dengan Indonesian National Shipowners Association (INSA).

"BP Batam dan INSA ingin segera selesai, diprediksi Mei mendatang sudah dilakukan revisi sesuai dengan tarif hasil pembahasan BP Batam dan asosiasi pengusaha, termasuk INSA," katanya.

Lukita mengatakan sampai saat ini belum ada catatan yang diberikan Ketua Dewan Kawasan, Darmin Nasution dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Ketua INSA Kota Batam, Osman Hasyim mengatakan revisi Perka BP Batam Nomor 17 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif Kantor Pelabuhan, harus lebih dulu menunggu revisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 148 Tahun 2016 tentang Tarif Layanan BLU BP Batam.

"Pembahasan ini sudah hampir selesai, Dewan Kawasan sudah menyurati Kementerian Keuangan dan INSA memilih menunggu sampai ada keputusan pasti," kata Osman.

Dari informasi yang disampaikan BP Batam, kata Osman revisi PMK Nomor 148/2016 akan keluar pada Mei mendatang.

Osman menambahkan jika revisi tarif bisa direalisasikan, INSA yakin industri maritim di Kota Batam khususnya yang berkaitan dengan perkapalan akan kembali bergejolak.

BP Batam kata Osman, mengusulkan tarif baru sama persis seperti yang diminta Badan Usaha Pelabuhan (BUP).

"Beberapa post tarif turun hingga 60 persen dan ada beberapa post tarif yng diusulkan menjadi nol rupiah," katanya.

Dengan adanya sejumlah tarif yang berkaitan dengan industri galangan kapal diusulkan nol persen, INSA lanjut Osman yakin hal itu mampu mendorong pertumbuhan industri tersebut, sehingga mampu memberikan dampak ekonomis yang besar bagi Batam.(Antara)

 
Pewarta :
Editor: Danna Tampi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar