BI-Universitas Batam kembangkan SDM bidang keuangan

id BI,Universitas Batam,kerja sama,bidang keuangan,bank indonesia

Bank Indonesia (antaranews.com)

Batam (Antaranews Kepri) - Bank Indonesia bekerja sama dengan Universitas Batam untuk mengembangkan kualitas sumber daya manusia di bidang ekonomi dan keuangan melalui pendidikan, penelitian, kepemimpinan dan pengabdian pada masyarakat.

Kerja sama itu tertuang dalam nota kesepahaman dan ditandatangani Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo dan Rektor Universitas Batam (Uniba) Dr Chablullah Wibisono, demikian siaran pers yang diterima di Batam, Kepulauan Riau, Senin.

Kerja sama itu diyakini akan memberikan manfaat yang positif bagi kedua belah pihak.

Dari sisi perguruan tinggi, kerja sama mampu mendorong pengembangan teori akademis yang diharapkan semakin dekat dengan praktik perumusan kebijakan di bank sentral.

Pengembangan teori akademis itu diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hasil pendidikan dan keunggulan kompetitif program studi di perguruan tinggi.

Sedangkan bagi mahasiswa, kerja sama itu dapat menambah pemahaman mengenai kebijakan bank sentral, meningkatkan keunggulan serta mengembangkan karir di bank sentral, sektor keuangan, pemerintahan, maupun dunia usaha.

Bagi Bank Indonesia, kerja sama itu diharapkan dapat lebih meningkatkan kualitas perumusan kebijakan bank sentral, dengan perkembangan terkini mengenai teori-teori yang relevan.

Selain itu, kerja sama dapat mendukung upaya sosialisasi peran dan fungsi bank sentral dalam perekonomian kepada mahasiswa, dunia akademis, dan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Deputi Gubernur BI yang juga Gubernur BI terpilih periode 2018-2023, mengatakan pemulihan ekonomi global terus berlanjut yang berdampak positif terhadap perekonomian Indonesia.

Perekonomian Indonesia membaik didorong oleh kinerja investasi dan prospek kinerja ekspor, meski permintaan domestik masih belum kuat. Sumatera, Jawa, dan Kalimantan merupakan wilayah yang menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Khusus untuk wilayah Kepri, ia menyatakan perekonomian di provinsi itu cenderung tumbuh melambat karena menurunnya kontribusi industri pengolahan dan ekspor.

Dari sisi harga, inflasi nasional dan daerah terkendali, walau beberapa provinsi tercatat diatas target. Sementara nilai tukar Rupiah relatif stabil didukung kepercayaan investor dan surplus neraca pembayaran.

Ia menyatakan, Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran, serta memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah, untuk menjaga keseimbangan stabilitas makroekonomi dan sistem Keuangan dengan proses pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung.
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar