Gubernur: jangan coba-coba ganti nama pulau

id Gubernur Kepri,Nurdin Basirun,nama pulau,kepri,bintan

Gubernur Kepri Nurdin Basirun (Antaranews Kepri/Danna Tampi)

Nama pulau-pulau di Kepri sudah bagus, pasti ada sejarahnya. Jadi saya sangat tidak setuju jika nama pulau diganti
Tanjungpinang (Antaranews Kepri) - Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun mengingatkan pengusaha untuk tidak mengganti nama pulau, karena dapat mengganggu sistem administrasi pemerintahan.

"Jangan coba-coba mengganti nama pulau, walaupun hanya satu pulau," kata Gubernur Nurdin di Tanjungpinang, Senin.

Baru-baru ini mengemuka permasalahan pergantian nama Pulau Suka menjadi Pulau Joyo di Bintan.

Terkait permasalahan itu, Nurdin mengatakan nama pulau yang ada di Bintan maupun daerah lainnya di Kepri sudah tercatat dalam administrasi pemerintahan daerah dan pusat. Nama pulau diberikan warga sejak dahulu dengan alasan tertentu.

"Nama pulau-pulau di Kepri sudah bagus, pasti ada sejarahnya. Jadi saya sangat tidak setuju jika nama pulau diganti," tegasnya menanggapi isu penggantian nama pulau di Bintan yang baru terungkap baru-baru ini.

Nurdin mengemukakan Kepri memang membutuhkan investor asing untuk mempercepat pembangunan di daerah. Namun usaha yang dibangun harus sesuai ketentuan yang berlaku.

Investor tidak boleh mengganti nama pulau. Investor juga tidak boleh memiliki pulau.

"Kami sangat mendukung investasi, tetapi harus taat aturan. Ganti nama pulau saja tidak boleh, apalagi menguasainya," katanya.

Nurdin mengatakan investasi di bidang pariwisata khususnya di Bintan sangat berkembang. Pemprov Kepri mendukung pengembangan kawasan pesisir sebagai kawasan wisata baru.

"Kami dukung perusahaan asing yang mengelola pulau sebagai tempat wisata baru sesuai ketentuan yang berlaku, namun mereka harus mengakui nama pulau itu, tidak menggantinya," tegasnya.

Terkait pergantian nama Pulau Suka menjadi Pulau Joyo, Pemerintah Bintan langsung menegur pengelola pulau tersebut. Perubahan nama pulau tersebut terungkap setelah dipublikasikan di situs jual beli dan penyewaan pulau.

Pemerintah Bintan meminta PT Riau Island Development selaku pengelola mengubah promosi wisata sesuai dengan nama sebenarnya.

"Pihak perusahaan merespons peringatan kami, berjanji segera memperbaiki," kata Kepala Dinas Penanaman Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (PTSP TK) Bintan Hasfarizal Handra baru-baru ini.
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar