Dinkes Karimun: sepuluh orang meninggal akibat tuberkulosis

id Dinkes Karimun,Rachmadi,tuberkulosis,TB

Ilustrasi: Paru-paru yang terkena penyakit menular Tuberkulosis (TB).

Karimun (Antaranews Kepri) - Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, mencatat sebanyak sepuluh orang meninggal dunia akibat penyakit Tuberkulosis atau TB.

Kepala Dinas Kesehatan Karimun Rachmadi di Tanjung Balai Karimun, Minggu mengatakan, 10 pasien TB yang meninggal dunia itu, 9 di antaranya pada 2017 dan satu pasien meninggal dunia pada 2018.

"Sedangkan jumlah kasus TB selama 2017 sebanyak 410 orang, termasuk 9 pasien meninggal dunia," kata dia.

Sedangkan jumlah penyakit TB selama periode Januari-April 2018, menurut dia sebanyak empat kasus, di luar pasien yang meninggal dunia. Keempat penderita TB tersebut sudah menjalani perawatan tingkat lanjut.

Dia menyebutkan 10 pasien meninggal dunia tersebut diketahui tidak menuntaskan proses pengobatan dengan baik sehingga tidak bisa diatasi secara medis.

Dia berharap angka penderita TB dapat ditekan pada tahun ini melalui "Program Ketuk Pintu" yang dicanangkan sejak 2016.

"Program Ketuk Pintu" melibatkan tenaga medis di tingkat puskesmas, yang ditargetkan minimal sebanyak 50 rumah untuk satu puskesmas.

"Kita juga menggerakan kader TB untuk melakukan Program Ketuk Pintu, tujuannya untuk deteksi dini penderita TB," kata dia.

Penyakit TB mirip dengan HIV, yang harus cepat ditangani untuk mencegah risiko kematian. Penderita TB masih bisa sembuh jika dilakukan pengobatan secara baik dan intensif.

Pengobatan terhadap penderita TB atau TBC harus dilakukan minimal selama enam bulan. Bila tidak sembuh maka dkan dilakukan dengan cara medis sisipan.

"Kalau belum sembuh juga, maka kategorinya sudah naik kelas, pengobatannya sulit. Dan kalau sudah di kelas 2, penderita akan kebal atau resisten terhadap obat," katanya.

Dia mengimbau kepada warga masyarakat agar proaktif melakukan deteksi dini jika mengalami gejala penyakit TB.

Gejala penyakit TB seperti batuk dan demam berkepanjangan, sesak nafas, batuk berdarah, nyeri dada, badan lesu dan tidak nafsu makan.
Pewarta :
Editor: Kabiro kepri
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar