Bupati berharap KEK tingkatkan daya saing Karimun

id KEK,kawasan ekonomi khusus,karimun,bupati karimun,aunur rafiq

Bupati Karimun Aunur Rafiq (Antaranews Kepri)

Karimun (Antaranews Kepri) - Bupati Karimun, Kepulauan Riau, Aunur Rafiq mengharapkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di sembilan pulau dapat meningkatkan daya saing daerah.

"Usulan status KEK untuk mendorong saing Karimun di bidang investasi yang menjadi unggulan sesuai dengan konsep pembangunan ekonomi berbasis maritim," kata dia di Tanjung Balai Karimun, Rabu.

Aunur Rafiq menyebutkan, dari 9 titik yang diusulkan sebagai KEK, satu di antaranya sudah disetujui pemerintah pusat, yaitu di Pulau Asam.

KEK Pulau Asam, kata dia, akan menjadi kawasan perekonomian berbasis kemaritiman, di pulau ini akan dibangun sebuah tempat penampungan minyak.

"KEK di Pulau Asam sudah ada investornya, kami berharap memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah, dan merekrut tenaga kerja," kata dia.

Pulau Asam akan dikembangkan tiga perusahaan, yaitu PT PT Karimun Storage Terminal, Batam Koperta, dan Elite Samanta.

Dia mengatakan, status KEK lain yang diusulkan pemerintah daerah adalah Pulau Kundur, sudah ada investor yang berencana menanamkan modal di bidang pengolahan atau smelter bijih bauksit.

"Mereka (investor) sudah tiga kali turun ke Kundur, dan kita berharap rencana pembangunan smelter bauksit ini terealisasi karena akan menyerap banyak tenaga kerja," kata dia.

Sedangkan status KEK pada tujuh titik atau pulau lain, menurut dia, masih dalam tahap permohonan pinjam pakai lahan hutan lindung.

"Ada tujuh pulau yang kita buka. Dan masih dalam tahap pengajuan pinjam pakai kawasan hutan," kata dia.

Tujuh pulau tersebut yaitu Pulau Mudu, Pulau Tambelas, Pulau Parit, Pulau Tulang, Pulau Lumut, Pulau Papan, Pulau Durian Kecil.

Pengembangan status KEK untuk tujuh pulau tersebut, menurut dia, disesuaikan dengan potensi masing-masing, namun tetap mengacu pada prioritas pembangunan sesuai dengan visi dan misi pembangunan daerah, yakni pembangunan berbasis kemaritiman yang berdaya saing dan berlandaskan iman dan takwa.

"Di samping itu kita juga mengembangkan sektor pariwisata, ada ekowisata, agrowisata dan eduwisatanya," kata dia.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pembangunan Daerah Karimun Djunaidy mengatakan, usulan status KEK untuk sembilan pulau tersebut untuk mengatasi keterbatasan lahan kawasan industri di Kawasan Perdagangan Bebas atau Free Trade Zone (FTZ).

Djunaidy menjelaskan, kawasan FTZ hanya meliputi sepertiga dari wilayah Pulau Karimun Besar. "Lahan untuk investasi sudah menipis, dan status KEK untuk sembilan pulau tersebut masih dalam proses," katanya. Baca juga: Bupati Karimun Pastikan KEK Siap Diberlakukan
Pewarta :
Editor: Kabiro kepri
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar