101 TKI korban kapal hanyut segera dipulangkan

id tki,kapal tki,hanyut

Dua orang korban perempuan menggendong anaknya saat akan dibawa ke Mako Polair Polda Kepri di Sekupang Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau. (Antaranews Kepri/Messa Haris)

Minggu-minggu ini juga. Kami akan berkoordinasi dengan BNP2TKI (Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI) untuk pemulangannya
Batam (Antaranews Kepri) - Sebanyak 101 Tenaga Kerja Indonesia, yang menjadi korban kapal hanyut di Perairan Selat Singapura akan dipulangkan ke kampung halaman masing-masing, pekan ini juga.

"Minggu-minggu ini juga. Kami akan berkoordinasi dengan BNP2TKI (Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI) untuk pemulangannya," kata Kepala Bidang Humas Polda Kepri, Kombes Pol S Erlangga di Batam, Kepulauan Riau, Jumat.

Baca: 106 TKI berhasil diselamatkan di perairan Bintan

Kondisi 101 orang TKI relatif sehat, setelah kapalnya terombang-ambing di perairan Indonesia dalam waktu beberapa lama.

Menurut dia, kebanyakan TKI itu tidak memiliki dokumen keimigrasian yang lengkap, sehingga memilih pulang ke Indonesia melalui jalur ilegal dari Johor, Malaysia.

Para pekerja asal berbagai daerah di Indonesia itu membayar sekitar 1.000 hingga 1.500 ringgit Malaysia untuk bisa sampai selamat di Tanah Air.

Namun, nakhoda kapal yang membawa kapal viber bermuatan TKI itu tidak mengenal kondisi perairan sehingga salah arah.

"Seharusnya dari lokasi ke tempat tunjuan hanya membutuhkan perjalanan 3 jam sudah sampai. Faktor cuaca mungkin dan, hasil pendalaman kami, nakhoda tidak memahami jalan alurnya, sehingga perjalanan yang seharusnya singkat jadi mutar-mutar," kata dia.

Perjalanan panjang itu mengakibatkan kapal kehabisan bahan bakar di tengah-tengah pelayaran, hingga mesin mati dan kapal terombang-ambing.

Sementara itu, Direktur Polairud Polda Kepri, Kombes Benyamin Sapta menyatakan pihaknya menahan seorang nakhoda dan 4 orang anak buah kapal yang membawa TKI itu.

Para tersangka, yaitu HT selaku nakhoda, kemudian ABK yaitu Art, MY, Z dan YR.

Kelimanya dijerat tindak pidana tentang Keimigrasian dan atau Pelayaran RI, berdasarkan pasal 120 ayat 1 UU No.6 tahun 2011 tentang keimigrasian jo pasal 323 ayat 1 jo pasal 219 ayat 1 UU No.17 tahun 2008 tentang Pelayaran.
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar