Serah terima aset BP Batam selesai Mei

id serah terima,aset,bp batam

Untuk kepentingan tertib administrasi, itu harus diserahkan segera karena aset di atas Rp10 miliar, harus dilihat
Batam (Antaranews Kepri) - Proses serah terima aset dari Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas Pelabuhan Bebas Batam kepada Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau, tahap I diperkirakan selesai Mei.

Kepala Bagian Pengelolaan Barang Milik Negara Kemsesneg Masruh di Batam, pekan lalu, menyatakan setelah timnya selesai memverifikasi seluruh aset tahap I hari ini, dibutuhkan waktu paling lama sebulan untuk diserahkan kepada Kementerian Keuangan.

"Dua sampai tiga minggu. Paling lama sebulan selesai. Segera," kata dia.

Tim Kepresidenan yang antara lain terdiri dari Kementerian Sekretariat Negara dan Kementerian Keuangan meninjau lima aset BP Kawasan Batam yang akan dialihkan kepada Pemkot Batam, yaitu dua masjid, Kantor Wali Kota, Pasar induk Jodoh dan Tempat Pembuangan Akhir Telaga Punggur.

Masruh menyatakan kelima aset yang diserahterimakan dalam tahap I itu bernilai Rp196,791 miliar, yang terdiri dari tanah dan bangunan di atasnya, kecuali TPA, karena tidak termasuk tanah.

"Untuk kepentingan tertib administrasi, itu harus diserahkan segera karena aset di atas Rp10 miliar, harus dilihat," kata dia.

Serah terima aset juga dilakukan untuk menghindari penggaran perawatan ganda antara Pemkot dengan BP Batam.

Apalagi, Pasar Induk Jodoh kini terbengkalai. Padahal Pemkot Batam ingin menggunakannya sebagai fasilitas penyedia kebutuhan pokok masyarakat.

"Kalau tidak digunakan, kalau ada kerusakan kerepotan. Kalau sudah serah tetima. Sepenuhnya jadi milik Pemkot tidak tumpang tindih. Agar tidak tumpang tindih penganggarannya," kata dia.

Sebelumnya, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi menyatakan serah terima aset itu penting, agar Pemkot Bisa melakukan perawatan atas gedung-gedung itu.

Pemkot berencana merombak Pasar Induk Jodoh yang kini sepi dan nyaris roboh.

Namun, rencana itu tidak dapat dilakukan karena aset Pasar Induk Jodoh masih milik BP Kawasan Batam, sehingga tidak bisa dianggarkan.

"Kami harap proses serah terima cepat selesai agar bisa segera dilakukan pembenahan," kata dia.
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar