Kamarudin belasan tahun mengajar di pulau terpencil

id guru pulau terpencil, lingga, kamaruddin, GTT, honorer guru

Kamarudin saat menyampaikan curhatnya ke ketua Komisi I DPRD Lingga. (Antaranews Kepri/Nurjali)

Awal dirinya memilih menjadi guru karena melihat kekurangan tenaga pendidik di wilayah pulau terpencil, ditambah lagi saat itu para tenaga pendidik dari kota yang mengajar di pulau-pulau sangat minim perhatiannya pada anak didik.
Lingga (Antaranews Kepri) - Malam itu menjadi pelampiasan curahan hati Kamarudin (33) seorang guru honorer komite yang sudah mengajar kurang lebih 12 tahun, di salah satu pulau di pesisir Kabupaten Lingga.

Pulau tempatnya mengajar berjarak tempuh yang cukup jauh dari ibukota kabupaten dan  membutuhkan waktu berjam-jam untuk sampai di pulau yang kini dimekarkan menjadi Kecamatan Kepulauan Posek.

"Sudah dua sekolah yang saya ajarkan, dan banyak juga siswa-siswi dari pulau ini yang sudah berhasil jadi aparat pemerintah dan lainnya tapi apa boleh buat saya hanya bisa pasrah," kata Kamarudi, guru honorer komite di Pulau Mas.

Kepada Antara, lelaki berperawakan bersahaja itu mengungkapkan, menjadi guru adalah pilihan hidup, meskipun mendapat upah seadanya tidak membuat Kamarudin mundur untuk beralih profesi. 

Bahkan kini dirinya sudah memiliki anak dan istri, namun pilihan hati untuk tetap bertahan menjadi pahlawan tanpa tanda jasa seakan melekat sejak dirinya tamat sekolah.

Beberapa teman seperjuangan Kamarudin saat ini sudah diangkat menjadi Guru Honorer Tetap (GTT) kabupaten dan provinsi, namun tidak membuat dirinya iri. Hanya saja jika ada simpati dari pemerintah dan para pejabat didaerah untuk mengangkatnya, minimal menjadi seorang guru GTT dirinya akan sangat berterima kasih.

Salah satu alasannya adalah agar masa depan keluarganya kelak lebih baik, khususnya anak-anaknya.

Menurut Kamarudin awal dirinya memilih menjadi guru di daerah kepulauan, karena melihat kekurangan tenaga pendidik di wilayah pulau. Ditambah lagi saat itu para tenaga pendidik dari kota yang mengajar di pulau-pulau sangat minim perhatiannya, masuk mengajar sesuka hatinya. Sehingga anak-anak di pulau-pulau pesisir khususnya tempat kelahirannya tidak mendapatkan pendidikan yang maksimal.

"Dari situ saya termotivasi untuk menjadi guru, dan tidak sedikitpun terpikir akan berapa upah yang saya terima ketika diterima mengajar," ujarnya.

Ketika kunjungan reses anggota DPRD Lingga yaitu Ketua Komisi I DPRD Lingga Neko Wesha Pawelloy ke Desa Posek, hal ini menjadi momen curhatnya untuk mengadu.

Ia cukup mengenal sosok anggota DPRD tersebut karena mereka dulu satu sekolah.

"Saya berharap jika ada peluang, saya diperjuangkan untuk diangkat menjadi GTT minimal, demi kelangsungan karir saya sebagai guru dan dapat sedikit meningkatkan ekonomi keluarga," kata Kamarudin.

Melihat latar belakang keluarga Kamarudin yang sudah memiliki anak dan seorang istri yang membantu perekonomian keluargnya, dengan berjualan nasi bungkus untuk anak-anak sekolah dan tinggal dirumah dinas guru yang cukup memperihatinkan membuat beberapa rekan kerjanya ikut prihatin. 

Mirisnya lagi baru-baru ini dirinya mengaku diberikan SP (Surat Peringatan) dari Kepala Dinas Pendidikan karena dianggap membolos. Padahal saat itu dirinya diperintahkan oleh kepala sekolah untuk mengambil kartu ujian. Pemberian tugas itu diakuinya tidak melalui surat resmi, karena perjalanan untuk mengambil kartu ujian tersebut membutuhkan waktu satu hari dari pulau ke kota.

Mendengar curhatan tersebut Neko Wesha Pawelloy mengaku simpati atas jerih payah dan kerja keras Kamarudin selama ini yang telah mendidik anak-anak dari pulau-pulau pesisir menjadi pintar dan berhasil melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. 

Neko memberikan lampu hijau jika suatu saat nanti Kamarudin bisa saja diangkat menjadi GTT kabupaten atau provinsi, karena pemerintah daerah dalam waktu dekat akan mengangkat GTT yang baru setelah banyaknya tenaga GTT yang diberhentikan.

"Guru seperti ini wajib kita apresiasi, saya berharap nanti pak Kamarudin ini bisa diangkat menjadi GTT dan bisa mempersiapkan diri dari sekarang karena pengangkatan tersebut melalui tes, meskipun pemerintah akan mempriritaskan guru-guru yang sudah lama mengabdi," sebutnya. (Antara)
 
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar