TPID: Penurunan harga bahan pangan picu deflasi

id harga bahan pokok,deflasi,tpid

Kepala KPw Bank Indonesia Kepulauan Riau, Gusti Raizal Eka Putra (Antaranews Kepri/Pradanna Putra)

Deflasi terutama bersumber dari penurunan harga cabai merah, sejalan dengan meningkatnya pasokan akibat panen raya di sentral penghasil seperti Sumatera Utara dan Sumatera Barat,
Batam (Antaranews Kepri) - Tim Pengendali Inflasi Daerah Provinsi Kepulauan Riau mencatat penurunan harga bahan pangan yang masuk dalam kelompok `volatile foods` memicu deflasi pada April 2018.

"Kelompok komoditas volatile food dan administered prices menjadi pendorong deflasi Kepri, sementara komoditas inti mencatat inflasi," kata Wakil ketua TPID Kepri, Gusti Raizal Eka Putra di Batam.

TPID mencatat, Indeks Harga Konsumen Kepri pada April 2018 mengalami deflasi sebesar 0,29 persen (mtm), lebih rendah dibanding bulan sebelumnya yang inflasi 0,21 persen (mtm).

Kelompok komoditas volatile food mencatat deflasi 1,45 persen (mtm), lebih rendah dibanding bulan sebelumnya yang mengalami inflasi 2,83 persen (mtm).

"Deflasi terutama bersumber dari penurunan harga cabai merah, sejalan dengan meningkatnya pasokan akibat panen raya di sentral penghasil seperti Sumatera Utara dan Sumatera Barat," kata dia.

Harga cabai merah dan bayam deflasi masing -masing 15,87 persen (mtm) dan 14,62 persen (mtm).

Berdasarkan hasil pantauan PIHPS, rata-rata harga cabai merah di wilayah Sumut pada April menurun 17 persen dari rata-rata bulan sebelumnya. Dan di wilayah Sumbar, cabai merah mengalami penurunan sebesar 20 persen.

Sementara itu, penurunan harga bayam disebabkan lancarnya pasokan sayuran itu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Secara tahunan inflasi volatile food tercatat 9,18 persen (yoy).

Sama dengan kelompok volatile foods, kelompok adminestered prices mencatat deflasi 0,12 persen (mtm), berada pada tingkat deflasi yang sama dengan bulan sebelumnya.

Deflasi pada kelompok ini terutama dipengaruhi komoditas tarif angkutan udara yang deflasi 1,16 persen (mtm) dengan andil 0,04 persen (mtm). Penurunan tarif angkutan itu merupakan lanjutan penyesuaian harga yang kembali normal setelah meningkat pada musim libur panjang di akhir Maret.

Sedangkan kelompok inti mengalami inflasi 0,05 persen (mtm), berada pada tingkat inflasi yang sama pada bulan sebelumnya 0,05 persen (mtm).

Inflasi bersumber dari kenaikan harga emas perhiasan sebesar 1,57 persen (mtm) dengan adil 0,02 persen (mtm). Peningkatan harga emas perhiasan tersebut sejalan dengan kenaikan harga emas dunia sejak awal 2018.

Sementara itu, secara keseluruhan, IHK Kepri lebih baik dari nasional yang inflasi 0,10 persen (mtm).

Secara tahunan inflasi IHK Kepri tercatat 4,35 persen (yoy) lebih rendah dibanding bulan sebelumnya 5,05 persen (yoy). Namun lebih tinggi dibanding inflasi nasional 3,41 persen (yoy).

Deflasi April 2018 juga lebih rendah dibanding rata-rata historisnya selama tiga tahun terahkhir, seebsar 0,02 persen (mtm). (Antara)

 
Pewarta :
Editor: Danna Tampi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar