Polisi perketat pengamanan pintu keluar masuk Tanjungpinang

id pasca teror,perketat pengamanan

AKBP Ucok Lasdin Silalahi saat menjabat sebagai Kapolres Lingga (Antaranews Kepri/Nurjali)

Markas Polres Tanjungpinang juga dijaga dengan anggota yang menggunakan senjata laras panjang,
Tanjungpinang (Antaranews Kepri) - Kepolisian Tanjungpinang, Kepulauan Riau memperketat pengamanan di pintu keluar masuk kota itu setelah terjadi aksi terorisme di Surabaya.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi, di Tanjungpinang, Senin, mengatakan, pelabuhan domestik dan internasional, termasuk Bandara Raja Haji Fisabilillah dijaga ketat.

"Markas Polres Tanjungpinang juga dijaga dengan anggota yang menggunakan senjata laras panjang," katanya.

Kapolres mengatakan Tanjungpinang dalam kondisi aman dan kondusif. Meski demikian, potensi masuknya paham-paham yang bertentangan dengan nilai-nilai agama, kemanusiaan dan Pancasila, tetap ada sehingga aparat yang berwenang dan masyarakat harus bersinergi untuk melawannya.

"Tidak ada satu negara pun yang merasa aman dari terorisme. Karena itu, tetap harus waspada," kata Ucok.

Ucok mengemukakan antisipasi dan pencegahan dini terhadap terorisme dan radikalisme perlu dilakukan secara massif dan terarah. Aksi terorisme dan radikalisme harus dilawan dan ditolak bersama selamanya.

Aksi terorisme telah memutuskan generasi penerus bangsa. Mereka meninggal sia-sia di kawasan yang berdekatan dengan bom bunuh diri. Padahal anak-anak dan pemuda itu memiliki masa depan, yang mungkin berguna bagi bangsa dan negara.

"Tuhan memberikan hidup kepada manusia, dan teroris memusnahkannya dengan cara yang tidak manusia. Tidak ada satu pun agama yang mengajarkan itu. Seluruh agama mengajarkan kebaikan," tegasnya.

Karena itu, menurut dia seluruh elemen masyarakat harus dilibatkan, bersatu dalam melawan aksi terorisme ini. Sejak beberapa hari yang lalu, berbagai elemen masyarakat bersama-sama bertekad melawan terorisme dan radikalisme.

Ia mengingatkan warga untuk selalu waspada dengan orang asing dan kelompok eksklusif. Jika menemukan atau mendengar ada kelompok yang mencurigakan masyarakat dapat menghubungi pihak kepolisian ke nomor kontak (0771)110.

"Kami segera meresponnya," pungkasnya. (Antara)

 
Pewarta :
Editor: Danna Tampi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar