Ribuan warga padati bursa kerja BPJS Ketenagakerjaan

id bursa kerja,bpjs ketenagakerjaan

Suasasan ribuan warga padati bursa kerja BPJS Ketenagakerjaan yang diselenggarakan di Politeknik Negeri Batam. (Antaranews Kepri/Pradanna Putra)

Sebanyak 31 perusahaan ikut serta dalam acara itu. Sebanyak 27 perusahaan di antaranya berlokasi di Batam, 3 perusahaan di Tanjung Pinang dan 1 perusahaan di Bintan.
Batam (Antaranews Kepri) - Ribuan warga memadati Bursa Kerja yang diselenggarakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan bersama Dinas Tenaga Kerja Kota Batam di politeknik negeri setempat, Senin.

Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumbar-Riau, Budiono menyatakan, pelaksanaan bursa kerja itu merupakan bentuk komitmen pihaknya pada kesejahteraan pekerja, serta mendukung pembangunan dan kemandirian perekonomian nasional.

Bursa Kerja yang menyediakan sekitar 6.000 lowongan pekerjaan itu juga untuk memperkuat "positioning and brand awareness" BPJS Ketenagakerjaan.

"Sesuai UU No 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional dan UU No 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, PT Jamsostek bertransformasi menjadi BPJS Ketenagakerjaan yang memberikan jaminan sosial tenaga kerja meliputi Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian(JKm), dan Jaminan Pensiun (JP) bagi para pekerja," kata dia.

Bursa Kerja dengan tema "Kenali BPJS Ketenagakerjaan Sebelum Bekerja" tersebut melibatkan 3 Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan se-Provinsi Kepri yaitu Kantor Cabang Batam Nagoya, Batam Sekupang dan Tanjungpinang.

Sebanyak 31 perusahaan ikut serta dalam acara itu. Sebanyak 27 perusahaan di antaranya berlokasi di Batam, 3 perusahaan di Tanjung Pinang dan 1 perusahaan di Bintan.

"Besar harapan kami, dengan terselenggaranya Job Fair ini, dapat menjadi media edukasi sejak dini kepada calon pekerja atau pencari kerja mengenai hak sebagai pekerja untuk mendapatkan perlindungan dari resiko kerja melalui program BPJS Ketenagakerjaan," kata Budiono.

Staf ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum Pemprov Kepri, Maryani Ekawati mengatakan pertumbuhan ekonomi Kepri kini membaik menjadi sekitar 4,47 persen, dari sebelumnya yang hanya 2 persen. Namun itu belum cukup, dan perlu ditingkatkan lagi, satu di antaranya dengan pelaksanaan bursa kerja.

"Sudah menjadi kebijakan Pemprov untuk menurunkan tingkat kemiskinan. Dengan kegiatan ini diharapkan ada pengurangan angka pengangguran di Provinsi Kepri yang imbasnya nanti dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi," kata dia.

Selain ajang mempertemukan pekerja dan pemberi kerja, Bursa Kerja itu juga diisi berbagai acara bincang-bincang dan hiburan.

Pada kesempatan itu, BPJS Ketenagakerjaan juga memperkenalkan Perisai, atau Penggerak Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang ditetapkan 1 November 2017.

Perisai adalah organisasi yang berbadan hukum maupun tidak berbadan hukum yang bertugas melakukan sosialisasi, akuisisi dan pengelolaan kepesertaan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Agen ini dibina langsung oleh Marketing Officer BPJS Ketenagakerjaan, sehingga resmi. (Antara)

 
Pewarta :
Editor: Danna Tampi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar