INSA : Keamanan salah satu indikator poros maritim dunia

id INSA,batam,poros maritim dunia

Ketua DPC INSA Kota Batam Osman Hasyim (Antaranews Kepri/Pradanna Putra)

Ada lima hal yang dipenuhi agar Batam menjadi poros maritim dunia yaitu pelayanan yang prima, keamanan, kenyamanan, kepastian hukum dan efisien

Batam (Antaranews Kepri) - Indonesian National Shipowners' Association (INSA) menilai keamanan menjadi salah satu indikator Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau dapat menjadi poros maritim dunia.



"Ada lima hal yang dipenuhi agar Batam menjadi poros maritim dunia yaitu pelayanan yang prima, keamanan, kenyamanan, kepastian hukum dan efisien," kata Ketua DPC INSA Kota Batam, Osman Hasyim, di Batam, Selasa.



Osman menambahkan tanpa lima indikator tersebut Kota Batam dinilainya mustahil bisa menjadi poros maritim dunia.



Karena itu kata Osman, pihaknya meminta instansi terkait terutama pihak keamanan dapat memberikan dukungan terwujudnya Batam menjadi poroa maritim dunia.



"Karena mustahil kita bisa mencapai itu jika tidak ada dukungan dari berbagai pihak," kata Osman.



Sampai saat ini, kata Osman, gangguan keamanan di Kota Batam masih sangat banyak. Bahkan, lanjut Osman, Kota Batam di luar dikenal sebagai daerah yang kurang aman karena banyaknya pencurian.



"Pada tiga bulan lalu ada perampokan dan hal-hal seperti ini membuat Batam menjadi tidak percaya oleh kapal-kapal untuk melakukan kegiatan di sini," kata Osman.



INSA lanjut Osman menginginkan Kota Batam nantinya menjadi salah satu daerah yang menjadi tempat berkumpulnya kapal-kapal dari penjuru dunia.



Sehingga nantinya efek dari kegiatan tersebut dapat dirasakan oleh semua pihak terutama kalangan industri.



"Semakin banyaknya kapal dapat memberikan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) yang cukup besar," ujar Osman.



Menurut Osman pada 2015, PNBP yang disumbangkan dari industri shipyard mencapai Rp500 miliar lebih. PNBP tersebut kata Osman baru 20 hingga 30 persen saja yang dimanfaatkan.



"Kalau bisa sampai 100 persen memanfaatkan potensi maritim kita bukan tidak mungkin nantinya PNBPnya bisa mencapai Rp2 sampai Rp3 triliun dari bidang shipyard," kata Osman.



Dengan majunya industri shipyard nantinya akan ada lapangan pekerjaan lain dibidang perawatan atau perbaikan kapal.



Guna mewujudkan keamanan di Kota Batam INSA kata Osman sudah melakukan kerjasama dengan Pol Airud Polda Kepri dan TNI AL untuk menjaga keamana di kota industri tersebut.



"Polairud sedang menjalankan program laporan dengan cara online," ujar Osman. Selama ini kata Osman aparat kepolisian Airud selalu mendapatkan laporan gangguan keamanan di laut setelah kejadian selesai.



INSA berharap BP Batam dapat memberikan dukungan baik sarana dan prasarana agar gangguan keamanan di laut dapat tercapai.



"Karena seluruh pelabuhan di Batam merupakan daerah wilayah kerja pelabuhan (DLKP) karena itu diperlukan sarana dan prasarana teknologi itu," kata Osman.(Antara)

Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar