Tugu Proklamasi di Serasan terjaga dengan baik

id tugu proklamasi,natuna,perbatasan

Tugu Proklamasi di Pulau Serasan, Natuna. (Antaranews Kepri/Cherman)

Pembangunan tugu tersebut kata Fadillah menandakan Pulau Serasan termasuk wilayah Indonesia yang berbatasan langsung dengan Serawak Malaysia, karena pada Tanggal 29 Desember 1949 itu merupakan hari bersejarah pergantian dari bendera Belanda menjadi B
Natuna (Antaranews Kepri) - Salah satu monumen atau Tugu Proklamasi di Pulau Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau hingga saat ini masih terjaga dengan baik dikarenakan kehadiran pemimpin menjadi semangat nyata bagi masyarakat setempat.

Seperti halnya diungkapkan Ketua Harian Himpunan Keluarga Serasan (HKS) Fadillah bahwa setiap monumen yang telah dibangun oleh pemerintah harus terjaga dengan baik, karena setiap bukti sejarah memiliki arti yang sangat penting.

"Dibangunnya Tugu Proklamasi itu merupakan tanda bahwa disetiap kecamatan di Pulau Tujuh termasuk bagian dari NKRI harga mati," kata Fadillah kepada Antara di Ranai, Sabtu.

Fadillah mengatakan perjuangan seorang pemimpin proklamator layaknya Bung Hatta yang mendatangi setiap pulau di seluruh penjuru nusantara patut di apresiasi.

Perjuangan Bung Hatta kata Fadillah sangat luar biasa, karena tidak memandang jauh atau dekatnya jarak yang harus ditempuh untuk mengunjungi seluruh pulau di Natuna. Dulunya Kabupaten Natuna yang dikenal dengan sebutan pulau tujuh pernah dikunjungi oleh Bung Hatta.

"Penghargaan yang dapat kita berikan dengan cara merawat apa yang telah beliau tinggalkan itu sebagai simbol semangat persatuan dan kesatuan bangsa," katanya.

Tugu Proklamasi yang ada di Pulau Serasan lanjut Fadillah, selesai dibangun pada tahun 1957 silam. Tugu Proklamasi yang masih berdiri kokoh di setiap Kecamatan Pulau Tujuh itu merupakan saksi bisu atas kehadiran Sang Proklamator pada tahun 1955 di Pulau-pulau Perbatasan.

Pembangunan tugu tersebut kata Fadillah menandakan Pulau Serasan termasuk wilayah Indonesia yang berbatasan langsung dengan Serawak Malaysia, karena pada Tanggal 29 Desember 1949 itu merupakan hari bersejarah pergantian dari bendera Belanda menjadi Bendera merah putih Indonesia untuk pertama kalinya berkibar di Pulau Serasan.

"Dulu kehadiran Wakil Presiden pertama Bung Hatta di Serasan itu menandakan bahwa wilayah Indonesia luas, memiliki beragam Kepulauan, makanya dibangun tugu proklamasi disetiap pulau di kawasan pulau tujuh," katanya.

Terjaganya Tugu Proklamasi itu hingga saat ini tak terlepas dari peran Pemerintah Kecamatan dan para pemuda tempatan yang selalu rutin merawat monumen tersebut.

"Merawat tugu itu sudah menjadi kebiasaan turun temurun sejak saya masih remaja hingga pada generasi kini, oleh sebab itu Tugu Proklamasi memiliki arti tersendiri bagi kami," pungkasnya. (Antara)

 
Pewarta :
Editor: Danna Tampi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar