Investor Singapura kembali tanam modal Rp50 miliar

id Cipta Adil Industries,investor Singapura,i123j

Deputi Bidang Pelayanan Pengusahaan Sarana Usaha BP Batam, Dwiyanto Eko Winaryo menyerahkan delapan perizinan kepada perwakilan PT Cipta Adil Industries yang menggunakan fasilitas i23j BP Batam.(foto: istimewa)

Melalui program i23j, perusahaan ini langsung mendapatkan delapan perizinan di kantor pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) BP Batam hanya dengan tempo tiga jam

Batam (Antaranews Kepri) - PT Cipta Adil Industries asal Singapura memanfaatkan fasilitas izin investasi tiga jam (i23j) BP Batam untuk menanamkan modal senilah Rp50 miliar di Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau.



"Perusahaan ini akan memproduksi daur ulang barang bukan logam atau bijih plastik di Batam," kata Deputi Bidang Pelayanan Pengusahaan Sarana Usaha BP Batam, Dwiyanto Eko Winaryo, di Batam, Kamis.



Dwiyanto mengatakan investor asal Singapura tersebut memanfaatkan  fasilitas i23j BP Batam pada Rabu (30/5).



Perusahaan tersebut, kata Dwiyanto, diperkirakan akan menyerap tenaga kerja sekitar 10 orang karyawan.



"Melalui program i23j, perusahaan ini langsung mendapatkan delapan perizinan di kantor pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) BP Batam hanya dengan tempo tiga jam," ujar Dwiyanto.



Dwiyanto menambahkan melalui serah terima perizinan i23j kepada perusahaan tersebut, pihaknya berharap investasi di Kota Batam tumbuh dan berjalan baik, serta bisa menyerap tenaga kerja dan meningkatkan perekonomian masyarakat.



"Semoga investasi ini dapat berpastisipasi memajukan negara kita dan ini menunjukkan bahwa Batam masih punya prospek bagus dibandingkan negara-negara lain untuk berinvestasi," kata Dwiyanto.



Sebelumnya pada triwulan pertama tahun ini, Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat izin komitmen investasi mencapai US$220 juta atau meningkat drastis dibandingkan tahun sebelumnya dengan periode yang sama hanya US$50,5 juta.



Dari jumlah tersebut ada delapan penanam modal asing (PMA) yang memanfaatkan layanan izin investasi tiga jam (i23j).



Delapan perusahaan asing yaitu PT Hong Sheng Plastic Industry dan PT Panca Costa Investment yang masuk pada Januari kemarin.



Kemudian PT Royal Newport Plastic dan PT Xin Poly Industri, masuk pada awal Februari.



Selanjutnya empat perusahaan lainnya masuk pada Maret. Yaitu PT Proclad Asia International, PT Xinhe Plastic Silicone, PT CFL Metaland Plastic Industries dan PT FCS RGP Plastic.(Antara)

Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar