Pelindo Karimun siapkan tenda tampung penumpang

id arus mudik,pelindo I Cabang Tanjung Balai Karimun,pelabuhan tanjung balai karimun,lebaran

Tenda yang disiapkan PT Pelindo 1 Cabang Tanjung Balai Karimun untuk menampung para penumpang. (Antaranews Kepri/Rusdianto)

Kondisi pelabuhan kita memang tidak bisa diubah lagi karena lahannya yang sempit. Jadi, untuk mengatasi lonjakan jumlah penumpang, maka kita siapkan satu tenda lengkap dengan kursi dan kipas angin
Karimun (Antaranews Kepri) - PT Pelindo I menyiapkan tenda untuk menampung penumpang selama arus mudik Lebaran di pelabuhan domestik dan internasional Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau.

"Kita siapkan tenda di depan KSOP untuk mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang," kata Manajer Bisnis PT Pelindo I Cabang Tanjung Balai Karimun Sindu L Pranoto di Tanjung Balai Karimun, Minggu.

Menurut dia, kondisi ruang tunggu baik di pelabuhan domestik maupun internasional tidak mampu menampung lonjakan jumlah penumpang selama arus mudik Idul Fitri.

"Kondisi pelabuhan kita memang tidak bisa diubah lagi karena lahannya yang sempit. Jadi, untuk mengatasi lonjakan jumlah penumpang, maka kita siapkan satu tenda lengkap dengan kursi dan kipas angin," kata dia. 

Baca juga: Pelindo Tanjungpinang terapkan transaksi nontunai

Dia mengatakan penyediaan tenda untuk mengantisipasi penumpukan penumpang pada jam-jam keberangkatan kapal, apalagi terjadi penundaan atau keterlambatan kedatangan kapal, sehingga tidak ada pemudik yang berdiri karena tidak kebagian tempat duduk.

"Petugas dari syahbandar dan instansi lain juga sudah `standbye` mengatur para pemudik. Kita tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada para pemudik," tuturnya.

Mengenai sarana prasarana lain, dia mengatakan sudah jauh-jauh hari dibenahi, mulai dari ponton hingga fasilitas di ruang tunggu yang dilengkapi layar monitor pemantau cuaca dan pendingin ruangan.

"Hanya alat pemindai atau barcode pas pelabuhan yang tidak berfungsi karena mengalami kerusakan. Perbaikannya mahal, sama saja dengan membeli yang baru. Kemungkinan akan kita usul untuk diganti seperti alat yang digunakan di Pelabuhan Sekupang, Batam," ujarnya.

Seorang penumpang Dumai Ekspress tujuan Tanjungpinang, Syarifah, mengaku tidak bisa duduk di ruang tunggu karena sudah penuh.

"Untung ada tenda yang disediakan petugas, jadi saya masih kebagian tempat duduk," kata dia.

Syarifah juga mengaku tidak kesulitan mendapatkan tiket dengan harga Rp198.000 per lembar.

Berdasarkan pantauan, arus mudik di pelabuhan domestik dan internasional mulai meningkat seiring masuknya masa liburan, namun relatif lancar dan tidak ada penumpukan penumpang.

Arus mudik paling ramai terjadi antara pukul 09.00 hingga 15.00 WIB disebabkan kapal-kapal yang transit dari berbagai rute silih berganti mengangkut penumpang.

Baca juga: Peserta mudik gratis Pelindo I naik 195 persen
Pewarta :
Editor: Kabiro kepri
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar