10.700 penumpang di Hang Nadim diperkirakan H-2

id arus mudik 2018,arus mudik batam,bandara internasional hang nadim batam

Direktur BUBU Hang Nadim Batam, Suwarso saat meninjau kepadatan arus mudik di Bandara Internasional Hang Nadim Batam. (Antaranews Kepri/Pradanna Putra)

Suwarso menambahkan jumlah penumpang melalui Bandara Internasional Hang Nadim Batam pada lebaran Idulfitri kali ini khususnya pada H-3 naik sekitar 10 persen dibandingkan masa yang sama pada 2017.
Batam (Antaranews Kepri) - Jumlah penumpang yang menggunakan jasa transportasi udara di BUBU Internasional Hang Nadim Batam diperkirakan mencapai 10.700 orang Pada Selasa (12/6) atau H-2 lebaran.

"Sepertinya tidak sampai 11 ribu karena penyebarannya sudah dari H-5 yang lalu kemarin," kata Direktur BUBU Hang Nadim, Suwarso, di Batam, Senin.

Suwarso menambahkan jumlah penumpang melalui Bandara Internasional Hang Nadim  Batam pada lebaran Idul Fitri kali ini khususnya pada H-3 naik sekitar 10 persen dibandingkan masa yang sama pada 2017.

"Dua tiga hari lalu itu kenaikannya hanya dua sampai enam persen saja," kata Suwarso.
 
Sementara untuk penumpang tujuan luar negeri kata Suwarso tidak ada lonjakan sama sekali, karena kursi yang tersedia untuk tujuan luar negeri hanya 70 seat saja.

"Itu pun hanya untuk satu tujuan yaitu Subang, Malaysia dan tidak ada penambahan jadwal penerbangan untuk tujuan luar negeri," kata dia.  

Sementara untuk penambahan jadwal penerbangan hanya ada tiga. Yaitu maskapai penerbangan Sriwijaya dengan rute Batam-Jakarta dan Batam-Jambi. Kemudian Lion Air hanya tujuan Batam-Pekanbaru.

"Sejauh ini ada permintaan tapi demainnya hanya 40 persen itu tujuan Padang, Medan dan Pekanbaru," katanya.

Karena sedikitnya permintaan penerbangan ke wilayah tersebut maskapai penerbangan memilih untuk tidak memberlakukan ekstra flight.

"Maskapai biasanya melihat demainnya di atas 60 persen, kalau di bawah itu mereka belum mau, karena mereka pasti melihat untung ruginya juga," kata Suwarso.

Suwarso mengatakan guna memberikan kenyamanan kepada para penumpang, pihaknya menata gerai oleh-oleh yang ada di lantai dua.

"Kita lakukan penataan yang kita bongkar dan Kepala BP Batam (Lukita) minta agar gerainya berbentuk sedikit internasional," kata dia.

Dengan adanya penataan tersebut nantinya tidak menghambat penumpang yang akan berangkat atau yang menuju ke ruang tunggu di pintu tujuh.

Gerai oleh-oleh tersebut lanjutnya bahkan tidak hanya menjual makanan khas Kota Batam, tapi juga dari daerah lainnya. Seperti kerupuk sanjai dari Padang, Bakpia dari Jogja dan jajanan nusantara lainnya.

"Gerainya ada 15 di sepanjang menuju ruang tunggu di lantai dua dan di sini bisa ditemukan barang-barang branded seperti kaos, jam tangan, tas dan kacamata agar Bandara ini benar-benar hidup," papar Suwarso.(Antara)

 
Pewarta :
Editor: Danna Tampi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar