Kesehatan pelabuhan siapkan ambulans di setiap posko

id arus mudik,kesehatan pelabuhan batam,posko kesehatan,lebaran

Ilustrasi: Arus Mudik di Pelabuhan Domestik Karimun. (Antaranews Kepri/Rusdianto)

Ambulans kami siapkan untuk membawa pasien ke rumah sakit rujukan
Batam (Antaranews Kepri) - Kantor Kesehatan Pelabuhan Batam, menyiapkan fasilitas ambulans di setiap posko Lebaran, untuk mengantar warga dalam perjalanan arus balik yang membutuhkan perawatan kesehatan lebih mendalam di rumah sakit.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Batam, Achmad Fachrany di Batam, Minggu, menyatakan pihaknya bekerja sama dengan Rumah Sakit Embung Fatimah Batam sebagai rumah sakit rujukan.

"Ambulans kami siapkan untuk membawa pasien ke rumah sakit rujukan," kata dia.

Menurut dia, selama arus mudik, terdapat beberapa penyakit yang dominan dialami pemudik, antara lain hipertensi, jantung dan asma, pusing, pingsan dan kelelahan.

Karenanya, ia meminta pemudik untuk membawa obat yang biasa dikonsumsi, untuk mempermudah penanganan di posko.

"Biasanya, penyakit-penyakit yang sudah diderita kambuh di tempat ramai seperti ini, seperti hipertensi dan asma, kami sarankan pemudik untuk membawa obat," kata dia.

Kantor Kesehatan Pelabuhan Batam membangun lima posko di empat pelabuhan, antara lain Pelabuhan Domestik Sekupang, Pelabuhan Telaga Punggur, Pelabuhan Pelni Batuampar dan Pelabuhan Internasional Batam Center serta di Bandara Hang Nadim Batam.

Ia mengatakan, di setiap posko, disiagakan lima sampai 10 orang dokter, sanitarian dan perawat, yang juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Batam.

Selain penanganan pemudik, Kantor Pelabuhan Sekupang juga melakukan pencegahan penyebaran penyakit di lima pelabuhan-pelabuhan laut dan udara itu.

"Kami melakukan pencegahan dengan mengendalikan vektor dan pengasapan, pembersihan jentik nyamuk," kata dia.

Menurut dia, pengasapan perlu dilakukan untuk memperkecil perkembangbiakan nyamuk pembawa penyakit, karena di pelabuhan biasanya terapat banyak air menggenang.

Pengasapan untuk mencegah nyamuk dilakukan malam hari, agar tidak menganggu aktifitas pemudik.

"Antisipasi juga dilakukan untuk penyakit TBC karena pemudik berdesakan jadi ditakutkan tertular," kata dia.

Pencegahan penularan TBC dilakukan juga oleh petugas Pelni.

"Petugas Pelni melakukan `screening`. Kalau ada yang pucat, dirujuk ke kami," kata dia.
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar