Pemkot Tanjungpinang belum berikan sisa dana Pilkada

id Dana pilkada,Pilkada tanjungpinang ,Pemlu 2018

Ilustrasi (ANTARA)

Yusuf menegaskan anggaran penyelenggaraan Pilkada seharusnya tidak dipergunakan untuk kegiatan lainnya. Semestinya anggaran tersebut tersedia, dan dicairkan saat dibutuhkan.
Tanjungpinang (Antaranews Kepri) - Pemerintah Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau belum memberikan sisa anggaran Pilkada sekitar Rp7,5 miliar kepada Komisi Pemilihan Umum, padahal dana itu dibutuhkan untuk penyelenggaraan Pilkada setempat.

Komisioner KPU Tanjungpinang Yusuf Mahidin, yang dikonfirmasi Antara di Tanjungpinang, Minggu membenarkan informasi tersebut.

"Tiga hari lagi pemungutan suara. Kami cukup was-was karena seluruh dana penyelenggaraan Pilkada belum cair," kata Yusuf.

Yusuf mengatakan total anggaran Pilkada 27 Juni 2018 sebesar Rp16,8 miliar. KPU Tanjungpinang memiliki kewajiban untuk membayar kegiatan yang berhubungan dengan Pilkada, satu di antaranya membayar honor petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

"Anggaran yang dibutuhkan untuk membayar honor KPPS sangat besar," kata dia.

Yusuf mengatakan pihaknya sudah lama mengajukan surat permohonan agar sisa dana penyelenggaraan pilkada dicairkan, namun sampai sekarang belum diperoleh jawaban yang pasti. Bahkan Pemkot Tanjungpinang justru memberikan jawaban, yang menurut dia, tidak enak didengar.

"Kas kosong. Itu jawaban mereka beberapa hari lalu. Kok bisa dana untuk penyelenggaraan pilkada tidak ada?" ucapnya.

Yusuf menegaskan anggaran penyelenggaraan Pilkada seharusnya tidak dipergunakan untuk kegiatan lainnya. Semestinya anggaran tersebut tersedia, dan dicairkan saat dibutuhkan.

"Jangan sampai ini menimbulkan permasalahan Pilkada, karena ini sangat sensitif," katanya tegas.

Terkait persoalan itu, awalnya Penjabat Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza mengaku tidak mengetahui persoalan itu.

Namun ketika ditanya apakah anggaran tersebut ada atau telah dipergunakan untuk kegiatan lainnya, Raja Ariza akhirnya buka suara.

"Saya baru tahu ada masalah ini. Tapi kami sudah `amankan`. Aman lah, Senin (25/6) cair. Pasti ada cara," katanya.

Sementara itu, Sekda Tanjungpinang Riono menegaskan anggaran untuk penyelenggaraan pilkada, ada. Namun pencairan anggaran sesuai yang diajukan KPU Tanjungpinang.

Ia tidak menjelaskan apakah sisa dana penyelenggaraan pilkada dicairkan secara keseluruhan atau tidak.

"Yang perlu diingat, dana yang diajukan yang kami cairkan," jelasnya. (Antara)
Pewarta :
Editor: Danna Tampi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar