Tim "Sabar" tidak permasalahkan hasil survei Stisipol

id pilkada tanjungpinang,pemilu 2018,syahrul-rahma

Syahrul-Rahma pada Debat Publik putaran terakhir yang digelar KPU Tanjungpinang. (Antaranews Kepri/Pradanna Putra)

Ia mengatakan massa pendukung "Sabar" diarahkan Syahrul untuk tidak mengambil tindakan apa pun terkait hasil survei Stisipol Raja Haji yang sempat menimbulkan polemik. Seluruh pendukung diminta bersabar, serta tetap berusaha dan berdoa.
Tanjungpinang (Antaranews Kepri) - Tim pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang nomor urut 1, Syahrul-Rahma ("Sabar") tidak akan mempermasalahkan hasil survei elektabilitas yang dipublikasi Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Raja Haji.

Anggota Tim Pemenangan "Sabar", Ade Angga, di Tanjungpinang, Minggu, mengatakan hasil survei itu jika diteliti lebih mendalam tidak merugikan tim Sabar.

"Dari survei itu dapat dilihat bahwa elektabilitas Sabar cenderung meningkat. Selain itu, dari 100 persen pendukung Lis-Rahma, ada 40 persen pemilih yang kurang loyal, mungkin karena ragu," kata Ade yang juga Ketua DPD Partai Golkar Tanjungpinang.

Angga mengatakan suara lainnya yang dapat digarap yakni pemilih yang belum menentukan pilihannya mencapai 15 persen.

"Tentu ini menjadi perhatian kami," kata dia.

Ia mengatakan massa pendukung "Sabar" diarahkan Syahrul untuk tidak mengambil tindakan apa pun terkait hasil survei Stisipol Raja Haji yang sempat menimbulkan polemik. Seluruh pendukung diminta bersabar, serta tetap berusaha dan berdoa.

"Namun ada yang terbersit dalam hati kami, kenapa hasil survei itu baru diumumkan H-1 tahapan masa tenang. Kenapa pula tim kami tidak diundang saat konferensi pers hasil survei itu," ujarnya pula.

Baca juga: Survei Stisipol sebut Lis-Maya unggul

Lembaga Penelitian, Pengabdian, dan Penjaminan Mutu (LP3M) Stisipol Raja Haji merilis hasil survei elektabilitas pada Sabtu (23/6) bahwa pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah-Maya Suryanti lebih unggul dibanding Syahrul-Rahma.

Ketua Stisipol Raja Haji Tanjungpinang Endri Sanopaka, di Tanjungpinang mengatakan, berdasarkan hasil survei tersebut, Lis-Maya memperoleh suara 50 persen dari 400 responden yang tersebar pada seluruh kecamatan, sedangkan Syahrul-Rahma 35 persen.

"Namun Lis-Maya belum aman. Pertama disebabkan survei dilakukan sampai 14 Juni 2018, dan kedua, elektabilitas Syahrul-Rahma cenderung naik. Ketiga, margin error dari survei itu mencapai 5 persen," ujarnya, seusai menggelar konferensi pers hasil survei tersebut di salah satu rumah makan di Tanjungpinang.

Karena itu, kata dia, hasil survei itu tidak dapat dipercaya 100 persen, melainkan dapat dijadikan peringatan kepada masing-masing paslon.

Pesan yang ingin disampaikan kepada paslon nomor urut 1, Syahrul-Rahma bahwa masih ada waktu untuk meningkatkan elektabilitas.

Syahrul-Rahma juga dapat mempengaruhi 15 persen pemilih yang belum menentukan pilihannya.

Sementara pesan yang ingin disampaikan kepada pasangan Lis-Maya yakni mereka harus mampu mempertahankan dukungan pemilih.

"Margin error survei ini cenderung tinggi lantaran menggunakan biaya kampus yang terbatas. Ini sebagai bentuk pengabdian pihak kampus," ujarnya lagi.

Endri membantah pihak kampus berpolitik atau mendukung Lis-Maya. Kampus tidak memiliki kepentingan politik terhadap masing-masing paslon, melainkan hanya membeberkan hasil survei.

Ia juga menyadari ada pihak-pihak yang emosional melihat hasil survei itu. Padahal hasil survei itu dapat dijadikan sebagai referensi untuk meningkatkan elektabilitas.

"Kalau dilihat secara emosional, pasti menyangka kami tidak independen. Tetapi sebaiknya melihatnya secara positif bahwa kedua paslon memiliki kesempatan besar untuk memenangkan pilkada," ujarnya pula. (Antara)
Pewarta :
Editor: Danna Tampi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar