Investasi semester pertama capai 124 Juta dolar AS

id Realisasi investasi,BP Batam,Lukita dinarsyah tuwo

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo (Antaranews Kepri/Pradanna Putra)

Karena itu di sisa waktu ini kita akan terus berusaha untuk meyakinkankan para investor untuk berinvestasi di Batam
Batam (Antaranews Kepri) - Nilai realisasi investasi penanam modal asing (PMA) pada semester pertama 2018 mencapai 124,820,981 dolar Amerika Serikat dan paling banyak masuk pada Maret yang mencapai 88,928,141 dolar Amerika Serikat.

Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo, di Batam, Sabtu, mengatakan pihaknya terus mendorong agar para investor yang sudah mendaftar bisa segera merealisasikan izin usahanya di Kota Batam, Provinsi Kepuluan Riau.

"Rencana investasi pendaftaran penanaman modal itu mencapai 391,835,300 dolar AS," ujar Lukita.

Lukita mengatakan rencana investasi pada semester pertama 2018 terdiri dari 11 sektor industri. Yaitu barang plastik dan lainnya, industri mortar/beton siap pakai, daur ulang barang bukan logam, industri pipa dan sambungan pipa dari baja dan besi.

Kemudian industri damar buatan dan bahan baku plastik, industri karet buatan, industri barang dan peralatan tekik industri dari plastik, daur ulang barang logam, industri peralatan komunikasi dan industri pembuatan logam dasar bukan besi.

"Dari sektor tersebut realisasi terbesar pada sektor industri damar buatan dan bahan baku plastik dengan nilai 14, 568,428, dolar AS," kata Lukita.

Tahun lanjut Lukita, pihaknya menargetkan investasi pendaftaran penanaman modal sekitar 759 juta dolar AS. 

"Karena itu di sisa waktu ini kita akan terus berusaha untuk meyakinkankan para investor untuk berinvestasi di Batam," papar Lukita.

Lukita berharap kepada para pengusaha yang sudah ada di Kota Batam bisa melakukan ekspansi usahanya.

Kata Lukita, BP Batam akan terus berusaha melakukan percepatan perizinan usaha. 

"BP Batam siap memberkan pelayanan terbaik dari mulai proses hingga sampai izin selesai," ujar Lukita.

Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, OK Simatupang mengatakan pihaknya sangat menyambut baik komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan pelayanan dan memangkas birokrasi. 

Termasuk juga layanan sistem online sinhlr submission OSS yang belum lama ini diluncurkan oleh pemerintah pusat. 

"Kami sangat menyambut baik sistem OSS dan mengajak teman-teman di Kawasan Industri untuk bersabar jika masih ada beberapa kendala," ujar OK.(Antara)
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar