Tiongkok berikan beasiswa untuk pegawai BP Batam

id tiongkok,beasiswa,pegawai BP Batam,Lukita Dinarsyah Tuwo

Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo (Antaranews Kepri/Messa Haris)

Kerjasama ini dilakukan oleh Ministry of Commerce and Treat di Tiongkok melalui Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia dan Ini merupakan respon atas permintaan BP Batam
Batam (Antaranews Kepri) - Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) memberikan beasiswa kepada 20 pegawai Badan Pengusahaan Batam untuk mempelajari kebijakan-kebijakan yang ada di kawasan industri di negara tersebut.

"Ini kerja sama BP Batam dengan kedutaan besar Tiongkok di Jakarta dan akan dimulai pada 18 Agustus nanti," kata Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo, di Batam, Selasa.

Lukita mengatakan 20 pegawai BP Batam tersebut nantinya akan mendapatkan pelatihan di Tiongkok selama dua minggu.

Menurut Lukita, majunya kawasan industri di Tiongkok menjadi salah satu alasan BP Batam untuk belajar di negeri tirai bambu tersebut.

"Mereka (pegawai BP Batam) akan mempelajari kebijakan-kebijakan yang dibuat di kawasan-kawasan industri di Tiongkok dan semua pembiayaan ditanggung oleh pemerintah Tiongkok," papar Lukita. 

Kata Lukita, di Tiongkok para pegawai BP Batam akan mengunjungi empat kota antara lain Tianjin, Beijing, Shanghai dan Suzhou. 

Di sana lanjut Lukita, para pegawai BP Batam akan melihat langsung bagaimana kebijakan yang diterapkan sehingga membuat kawasan industri Tiongkok maju. 

"Ini baik untuk mereka (pegawai BP Batam) untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan, sehingga diharapkan pada saat kembali bisa menerapkan hal-hal yang ditemukan selama dua minggu pembelajaran," ujar Lukita.

Namun lanjut Lukita, nantinya diperlukan modifikasi aturan di Tiongkok agar bisa diterapkan di BP Batam. 

"Kerjasama ini dilakukan oleh Ministry of Commerce and Treat di Tiongkok melalui Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia dan Ini merupakan respon atas permintaan BP Batam," ujar Lukita.

Rencananya kata Lukita, program tersebut akan dilaksanakan selama tiga tahun berturut-turut.

"Ini sangat penting, karena saya ingin BP Batam betul-betul melihat bagaimana pelayanan dan sistem yan diterapkan di kawasan industri di Tiongkok yang sangat maju," papar Lukita.

Lukita berharap setelah mendapatkan pengalaman tersebut, 20 pegawai BP Batam yang terpilih bisa diimplementasikan apa yang didapatkannya di Tiongkok ke Kota Batam. 

Selain itu, kata Lukita, Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia sangat mendorong investasi dari Tiongkok ke Kota Batam. 

"BP Batam akan mencoba untuk meningkatkan realisasi investasi dari Tiongkok di Batam dan kita juga akan memaparkan rencana pengembangan Batam, khususnya pengembangan kawasan industri, logistik dan pariwisata," ujar Lukita.

Melihat banyaknya kawasan industri yang maju di Tiongkok merupakan alasan lain BP Batam ingin belajar ke negara tersebut. 

Kata Lukita, pihaknya akan mengadopsi kebijakan dan aturan yang diterapkan di Tiongkok sepanjang masih masuk kewenangan di BP Batam.

"Tapi kalau kebijakan tersebut ada di pemerintah pusat, kita akan menyampaikan dan kebijakan-kebijakan tertentu akan jadi masukan strategis bagi BP Btam maupun pemerintah pusat," pungkas Lukita.(Antara)
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar